WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Panitia Khusus (Pansus)Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan siap mengeluarkan rekomendasi mengenai permasalahan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kamis (20/8/2026) sore, di hadapan pendemo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, Pansus BBM DPRD Kalsel mengklaim telah mengantongi data dan bukti sejumlah SPBU bermasalah.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Pansus BBM, Syaripuddin di ruas Jalan Lambung Mangkurat depan gedung dewan.

Baca juga: Wisata Halau-Halau HST Berpeluang Dibuka Lagi, Aturan Pendakian Bakal Dibenahi

Baca juga: Jembatan Gala Gala di Tabalong Rampung, Permudah Mobilitas Warga Desa Binjai

Menurut Syaripuddin, Pansus BBM DPRD Kalsel tak tinggal diam melihat antrean panjang BBM yang kerap terjadi. 

Dalam masa kerja selama 60 hari, tegas Syaripuddin, Pansus BBM akan menyelesaikan tugasnya, sehingga tindakan selanjutnya dapat dilakukan.

"Pansus kami pastikan 60 hari kerja yang diberikan oleh Ketua DPRD akan kami selesaikan, dan rekomendasi akan kami umumkan dan masyarakat kami undang untuk melihat rekomendasi temuan-temuan Pansus," kata Syaripuddin.

Mendengar pemaparan Syaripuddin tersebut, massa pendemo BEM se-Kalsel pun meminta ketegasan sikap DPRD. 

Mereka mendesak agar DPRD menindak tegas para pelaku yang terbukti bersalah.

Adu mulut pun sempat terjadi sejenak antara Ketua Pansus BBM DPRD Kalsel dengan massa pendemo BEM se-Kalsel, gegara jawaban Syaripuddin bahwa tindakan tegas hukum tergantung aparat penegak hukum.

Massa pendemo BEM se-Kalsel tak puas dengan jawaban yang disampaikan Ketua Pansus BBM tersebut. Mereka pun menyoraki Syaripuddin, yang membuat Ketua Pansus BBM merespons dengan jawaban tegas terkait batasan tugas Pansus.

"Tindakan tegas tergantung aparat penegak hukum, Pansus tidak bisa mengambil langkah, Pansus hanya mengeluarkan rekomendasi," tegas Syaripuddin dengan nada suara sedikit meninggi.

Massa pendemo BEM se-Kalsel berharap permasalahan antrean panjang BBM di Kalimantan Selatan tak terjadi lagi. Karena itu, mereka mendesak Pertamina Kalsel untuk mengambil tindakan efektif.(wartabanjar.com)