Rektor Unsoed dan Politisi Gerindra Ditangkap KPK Kasus Dugaan Suap Mahasiswa Baru
WARTABANJAR.COM, BANYUMAS - Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jateng, berlanjut.
Kamis (20/6/2026) malam, tim penyidik KPK "membawa" seorang Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan alumni Prof Norman Arie Prayoga serta Kabag Akademi, Eko Sumanto ke Jakarta.
Dalam perkembangannya, KPK juga menangkap sang Rektor Unsoed Prof Dr Ir Akhmad Sodiq, MSc Agr.
Selain itu, Wakil Rektor I Prof Dr Ir Noor Farid MSi dan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Banyumas, Adhi Wiharto.
Juga ikut dibawa ke Jakarta, pihak eksternal kampus bernama Mulyono alias Nono dan Dian Mulia Wardhana alias Kating, serta dua orang lagi yang belum diketahui identitasnya.
Kabar yang beredar menyebutkan penangkapan jajaran rektorat Unsoed ini terkait kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru.
"Dugaan adanya pengondisian penerimaan mahasiswa baru," kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: KPK OTT di Kampus, Wakil Rektor Dibawa ke Jakarta Usai Diperiksa di Polres
Baca Juga: Ruben Onsu Tersangka Kasus Investasi, Aditya Sebut Eks Suami Sarwendah Punya Banyak Aset
Diungkapkannya, tim penyidik saat ini sedang menggali keterangan dari kesembilan orang yang terjaring OTT.
"Benar, ada rektor juga. Sekitar sembilan, termasuk rektor. Saat ini bersama beberapa orang lain masih didalami keterangannya. Rektornya juga sudah di Gedung Merah Putih KPK," ucap Setyo.
Sebelumnya, Prof Norman saat dicegat pers saat hendak masuk ke mobil KPK hanya mengatakan," Mau dilanjutkan di Jakarta pertanyaannya."
Sementara Prof Noor Farid tidak bersedia memberi keterangan. Ia hanya tersenyum.
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi pun mengatakan pihaknya hanya memediasi tempat pemeriksaan sebelum pihak-pihak yang terjaring OTT itu dibawa ke Jakarta.
Namun, ia tidak mengetahui identitas orang-orang yang diperiksa dan materi pemeriksaan.
"KPK itu meminta ruang periksa, ya pasti kita kasih. Karena hubungannya kan kelembagaan," katanya.