Cegah Risiko Penularan, DLH HST Dampingi Puskesmas Paya Besar Kelola Sampah
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sampah dari fasilitas kesehatan memiliki risiko berbeda dibanding sampah rumah tangga. Karena itu, cara memilah hingga penanganannya menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
DLH HST melalui Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK) memberikan pendampingan kepada Puskesmas Desa Paya Besar, untuk memperbaiki pengelolaan sampah di lingkungan fasilitas kesehatan tersebut.
Kepala DLH HST, Mursyidi, melalui Kepala Bidang PSLB3PK, Muhammad Fadillah, mengatakan pengelolaan sampah di puskesmas perlu dilakukan dengan benar, sejak sampah dihasilkan.
Menurutnya, sampah yang muncul di fasilitas kesehatan perlu dikenali berdasarkan jenisnya, agar tidak terjadi pencampuran yang berpotensi membahayakan.
“Pengelolaan sampah yang benar memutus rantai penularan penyakit, menjaga lingkungan tetap bersih, serta menjamin kenyamanan setiap orang yang berkunjung ke sini,” ujar Fadillah, Senin (24/08/2026).
Dalam pendampingan tersebut, pihaknya memberikan pemahaman kepada petugas Puskesmas mengenai pemilahan sampah, termasuk membedakan sampah umum dengan sampah yang memiliki karakteristik berbahaya, maupun infeksius.
Fadillah mengatakan, pemilahan menjadi langkah awal yang penting, karena masing-masing jenis sampah membutuhkan penanganan berbeda.
Baca Juga: Seleksi Sekda HST Mengerucut ke Tiga Besar, Pemkab Tunggu Persetujuan BKN
Baca Juga: Ibu-Ibu Batu Benawa Ramaikan Panjat Pinang KNPI HST, Ada yang Pernah Manjat di Sungai
“Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sampah itu dipilah sejak dari sumbernya, sehingga tidak tercampur antara sampah umum, berbahaya dan infeksius,” katanya.
Selain pemilahan, petugas juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan wadah yang sesuai, serta penanganan sampah sebelum masuk ke proses pengangkutan dan pengolahan berikutnya.
Fadillah berharap, pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di Puskesmas.
“Ini bukan hanya soal memenuhi aturan, tetapi bagaimana pengelolaan sampah menjadi bagian dari kebiasaan kerja, sehingga lingkungan Puskesmas tetap aman dan bersih,” ujarnya.
Menurut Fadillah, kebersihan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan.