Kualitas Udara Banjarmasin dan Tabalong Berbahaya, ini Imbauan DLH Kalsel
WARTABANJAR.COM - Banjarmasin dan Tabalong masuk dua wilayah Kalimantan Selatan dengan kualitas udara masuk kategori berbahaya, Senin (5/10/2026).
Kategori berbahaya untuk kualitas udara disebabkan oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel mengumumkan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tabalong masuk kategori berbahaya.
Data diketahui pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.
Berikut pantauan (DLH) Kalsel di lima wilayah:
Kota Banjarmasin: 330 (BERBAHAYA)
Kabupaten Banjar: 87 (SEDANG)
Kabupaten Barito Kuala: 205 (SANGAT TIDAK SEHAT)
Kabupaten Tabalong: 380 (BERBAHAYA)
Kabupaten Hulu Sungai Selatan: 125 (TIDAK SEHAT)
Baca Juga Kualitas Udara Banjarmasin Masih Berbahaya, Anak Didik PJJ Lagi dan Guru Boleh WFH
Baca Juga Bayi Laki-laki Ditemukan di Cempaka Raya Banjarmasin, Disimpan di Depan Rumah Warga
DLH Kalsel mengimbau seluruh masyarakat untuk wilayah BERBAHAYA dan SANGAT TIDAK SEHAT untuk melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:
- Gunakan Masker di Luar Ruangan:
Selalu pakai masker (diutamakan masker N95 atau masker medis) saat beraktivitas di luar rumah untuk menyaring partikel mikroskopis (PM2:) yang berbahaya bagi paru-paru.
- Perbanyak Minum Air Putih:
Tingkatkan konsumsi air putih untuk membuang racun dalam tubuh, mencegah dehidrasi, serta meredakan tenggorokan yang gatal akibat paparan asap.
- Stop Kebakaran Lahan!
Dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan ini tidak hanva merusak ekosistem
- Gunakan Masker di Luar Ruangan:
Selalu pakai masker (diutamakan masker N95 atau masker medis) saat beraktivitas di luar rumah untuk menyaring partikel mikroskopis (PM2-) yang berbahaya bagi paru-paru.
- Perbanyak Minum Air Putih:
Tingkatkan konsumsi air putih untuk membuang racun dalam tubuh, mencegah dehidrasi, serta meredakan tenggorokan yang gatal akibat paparan asap.
- Stop Kebakaran Lahan!
Dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan ini tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga membahayakan kesehatan diri
sendiri, keluarga, dan tetangga sekitar.
- Laporkan Titik Api Segera: