WARTABANJAR.COM, BATANG - Peringatan untuk kesekian kalinya bagi siapapun yang mendapatkan kenalan baru di media social (medsos).

Jangan langsung mudah percaya apalagi bersedia mengirim foto vulgar ke teman yang baru dikenal.

Seperti yang dialami seorang perempuan berinisial IS asal Kabupaten Batang, Jateng.

Gegara kiriman foto dirinya tanpa busana, IS diperas oleh laki-laki yang baru dikenalnya via aplikasi perkenalan.

Untung saja, polisi gercep membekuk laki-laki berinisial AS yang diduga memeras IS menggunakan foto telanjang.

Ceritanya bermula saat IS berkenalan dengan AS melalui aplikasi Line.

Cepat akrabnya perkenalan mereka membuat IS percaya bahkan bersedia mengirim foto dirinya saat tidak mengenakan pakaian.

IS mengirim foto menggunakan fitur sekali lihat. Foto akan terkirim lalu terhapus secara otomatis.

Tetapi, AS ternyata diduga menggunakan cara tertentu atau memakai ponsel lain untuk mengabadikan foto syur yang diterimanya.

Kemudian ia memeras IS dengan ancaman akan menyebarluaskan foto tersebut.

AS yang tinggal di Kabupaten Blora, Jateng, meminta sejumlah uang sebagai imbalan bila foto tidak ingin disebarkan.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Kanit Provos Rudapaksa Emak-emak Tetangga, Kapolres: Kami Proses

Baca Juga: Dua Versi Profil Susanah, Populer karena Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu

“Korban awalnya menolak, namun kemudian korban akhirnya mau menuruti kemauan tersangka dengan mengirim foto sekali lihat. Foto tersebut memperlihatkan wajah dan bagian dada korban,” kata Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono, akhir pekan kemarin.

Ia mengungkapkan, korban akhirnya mau mengirim foto pribadinya itu karena tergiur iming-iming tersangka yang akan membelikan sesuatu barang.

“Setelah foto dikirim, tersangka tanpa sepengetahuan korban memotret foto korban dengan menggunakan handphone lain, kemudian foto tersebut dikirimkan kepada korban,” ucapnuya.

Karena takut, korban akhirnya mengirimkan uang sebesar Rp 500 ribu kepada tersangka.

Uang tersebut dikirim melalui barcode yang diberikan tersangka.

Berdasar penelusuran polisi, ternyata barcode tersebut berkaitan dengan situs judi online. 

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap identitas dan mengamankan AS.