WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Hairulah Jailani (60) terlihat asyik mengayuh sepeda ontel, Minggu (27/9/2026) pagi. 

Dengan sepeda tua itu, ia melintasi sejumlah jalan di Kota Banjarmasin.

Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Pahlawan, Jalan Kampung Melayu Darat, Jalan Veteran dan Jalan Manggis adalah rute perjalanan Hairulah. 

Hairulah adalah warga Jalan Manggis RT 12, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Baca juga: Siswa SMAN 1 Cempaga Kotim Kesulitan Belajar, Sembilan Ruangan Terbakar

Baca juga: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel, BMKG: Potensi Berlanjut Hingga Akhir September 2026

Keunikannya yang lain adalah sebuah tas purun Banjarmasin tampak menyilang ke samping kiri tubuh. 

Tas lokal itu seakan menambah kekhasan busana Hairulah Jailani Minggu pagi. 

Laki-laki kelahiran Banjarmasin 1966 itu juga terlihat mengenakan kemeja dan celana panjang berwarna putih. 

Selain itu, topi oranye khas para veteran dan sandal lily jadul warna hijau turut menambah keunikan penampilan Hairul Jailani.

"Setiap hari Minggu pagi memang sering bersepeda keliling-keliling wilayah kota sini," katanya saat ditemui di halaman kantor Kecamatan Banjarmasin Timur. 

"Kebetulan hari ini memang kita ada kumpul-kumpul komunitas. Terus ini memang sengaja pakai pakaian sperti ini terus pakai tas purun ini juga," katanya lagi. 

Bagi seorang Hairulah Jailani, tas purun Banjarmasin bukan sekadar aksesoris. 

Lebih dari itu, tas itu adalah tanda bahwa di tengah gempuran tas-tas modern, produk lokal adalah ciri khas yang tak boleh dilupakan begitu saja.

"Pakai tas purun ini bukan hanya aksesoris ya, tapi memang tas ini tetap punya sesuatu yang bedalah dari tas-tas modern sekarang," ujarnya.

Tak hanya tas purun yang spesial di mata Hairulah Jailani. Sepeda ontel yang digunakannya juga punya alasan historis tersendiri.

"Dulu ceritanya waktu saya mau dilahirkan, sepeda ini yang dipakai keluarga saya untuk menjemput bidan buat bantu ibu saya melahirkan saya," ungkapnya.