PDAM Samarinda Produksi dan Pasarkan Air Kemasan, Produk Dikarantina 24 Jam
WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Inovasi dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Tidak hanya air bersih melalui pipa, perusahaan daerah air minum (PDAM) ini memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek Semaquad dan meluncurkannya pada Rabu (5/8/2026).
Saat meluncurkannya, Wali Kota Samarinda Andi Harunli mengatakan kehadiran produk tersebut menjadi langkah awal Perumda Tirta Kencana mengembangkan unit bisnis baru di luar layanan penyediaan air bersih.
Pemerintah kota akan memprioritaskan penguatan kapasitas produksi serta perluasan pasar sebelum berbicara mengenai target kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Menurutnya, kualitas produk harus dibangun terlebih dahulu agar mampu bersaing di tengah pasar air minum dalam kemasan.
“Produksi harus benar-benar solid sebelum mengejar target pendapatan daerah,” ujarnya.
Baca juga: DLH Tabalong Pantau Kualitas Air Sungai Jaing, Ambil Sampel di Lima Titik
Untuk menjamin produk tersebut sesuai standar, perusahaan milik Pemerintah Kota Samarinda ini melakukan karantina 24 jam.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari sistem pengendalian mutu untuk memastikan setiap produk bebas bakteri dan tetap memenuhi standar keamanan pangan.
Baca juga: 85 Murid di Kukar Kaltim Mules Muntah Usai Santap Pentol MBG, Tiga Anak Harus Rawat
Kepala Pabrik Samaqua, Amin Ma’ruf, mengatakan setiap botol maupun galon yang selesai diproduksi tidak langsung didistribusikan.
Seluruh produk lebih dahulu disimpan selama satu hari untuk menjalani pengujian kualitas sebelum dinyatakan layak edar.
“Seluruh produk kami karantina selama dua puluh empat jam sebelum dipasarkan kepada masyarakat,” ujarnya usai peluncuran di Pusat Produksi AMDK Samaqua Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan produk tetap steril dan tidak ditemukan pertumbuhan bakteri, air minum langsung dilepas ke pasar.
Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, produk akan ditahan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.
Perumda Tirta Kencana juga memastikan proses pengemasan berlangsung secara otomatis tanpa sentuhan tangan manusia.