PDAM Samarinda Produksi dan Pasarkan Air Kemasan, Produk Dikarantina 24 Jam
Mulai dari pembilasan botol, pengisian air, hingga penutupan kemasan seluruhnya dikerjakan menggunakan mesin untuk meminimalkan risiko kontaminasi.
“Proses pengisian hingga penutupan botol seluruhnya dilakukan otomatis tanpa sentuhan tangan,” katanya.
Amin menjelaskan air baku yang digunakan bukan berasal langsung dari Sungai Mahakam, melainkan air bersih hasil olahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol yang kembali diproses menggunakan sistem penyaringan berlapis.
Tahapan tersebut diawali dengan media green sand untuk menyaring kandungan logam, dilanjutkan karbon aktif berbahan arang batok kelapa guna menghilangkan bau dan menjaga cita rasa air.
Setelah itu, air kembali melewati filter bertingkat berukuran 10 mikron, lima mikron, hingga satu mikron sebelum diproses menggunakan teknologi ultra filtration bermembran 0,001 mikron.
Air kemudian disterilisasi menggunakan sinar ultraviolet dan diberi tambahan oksigen melalui oxygen generator untuk menjaga kesegaran sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri di dalam kemasan.
Menurutnya, seluruh rangkaian produksi dilakukan menggunakan mesin impor yang mampu menjaga konsistensi kualitas produk. Mesin pengisian memiliki kapasitas hingga 3.000 botol per jam, sedangkan mesin pencetak botol mampu menghasilkan sekitar 2.000 botol per jam.
“Sterilisasi mesin dan ruang produksi selalu kami jaga agar kualitas tetap terjamin,” ujarnya.(wartabanjar.com/tamam)