Selain itu, menyalurkan bantuan senilai Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan pada 2026.
Bantuan tersebut berupa alat dan mesin pertanian, traktor, alat tanam, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
“Semua yang pemerintah bangun ini untuk rakyat. Traktornya kami hibahkan, alat panennya kami hibahkan, irigasi kami bangun, pintu air kami bangun. Semua bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” tegasnya.
Baca Juga: Narasi Positif Papua Redupkan Kontroversi Film Pesta Babi
Baca Juga: Said Didu Tegaskan Tak Ada Penebangan Hutan di Lokasi Food Estate Merauke Papua
Menurut Amran Sulaiman, Merauke kini bahkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di bumi Papua.
Aspirasi tersebut datang dari berbagai kalangan di antaranya gubernur, bupati, tokoh masyarakat, dan petani dari wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, serta Papua Pegunungan.
Mereka masing-masing mengusulkan program pertanian sesuai potensi wilayahnya.
“Ada yang meminta pengembangan ubi, kopi, kakao, kedelai, hingga sagu. Kami akan penuhi sesuai keunggulan komparatif setiap daerah. Pertanian harus dibangun sesuai karakter wilayah dan budaya masyarakat setempat,” katanya.
Pada dialog tersebut, Ketua Kelompok Tani Yeloko Kampung Wanam, Arnold Awalik secara terbuka menyatakan masyarakat pemilik hak ulayat menerima program pemerintah dan berharap cetak sawah terus diperluas.
“Kami menerima program pemerintah di atas tanah hak ulayat kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap setiap keluarga di Wanam memiliki sawah sendiri agar masyarakat Papua semakin sejahtera,” ujar Arnold.







