WARTABANJAR.COM, BARABAI – RSUD H Damanhuri Barabai terus memperluas layanan kesehatan spesialistik. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu, kini tengah menyiapkan layanan subspesialis, yakni rekonstruksi vaginal yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan, agar masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan serupa.

"Ini merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan reproduksi wanita di RSUD H Damanhuri Barabai. Kami menyiapkan tenaga medis yang kompeten agar masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan serupa ke luar daerah," katanya, Senin (20/07/2026).

Menurut Nanda, layanan tersebut akan didukung oleh tim medis yang terdiri atas dokter bedah plastik, dokter subspesialis rekonstruksi vaginal, dokter umum bidang estetika, serta dokter spesialis kulit.

Ia menjelaskan, layanan rekonstruksi vaginal ditujukan untuk menangani berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan organ reproduksi perempuan, seperti cedera, kelainan tertentu, maupun kebutuhan tindakan rekonstruktif berdasarkan indikasi medis.

Salah satu prosedur yang nantinya tersedia adalah himenoplasti, yaitu tindakan rekonstruksi jaringan selaput dara yang mengalami robekan akibat berbagai penyebab, seperti cedera, aktivitas fisik tertentu, maupun faktor lainnya.

Baca Juga: DPRD dan Pemkab HST Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025, PAD Lampaui Target

Baca Juga: Perpusnas Hentikan Bantuan Buku Akibat Efisiensi Anggaran, Perpustakaan Desa di HST Terdampak

Meski demikian, Nanda menegaskan prosedur tersebut dilakukan oleh tenaga medis profesional sesuai standar pelayanan kedokteran, dan tidak bertujuan mengembalikan kondisi jaringan persis seperti keadaan alami sejak lahir.

"Layanan ini mengedepankan aspek medis dan dilakukan berdasarkan indikasi serta kebutuhan pasien," ujarnya.

Saat ini, RSUD H Damanhuri masih mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas penunjang, agar layanan subspesialis tersebut dapat mulai beroperasi sesuai target pada akhir 2026.