Penyesuaian dengan Regulasi OJK, Bank Kalsel Siapkan Strategi Kejar Modal Inti Rp6 T
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Menyusul penyesuaian regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kalsel mulai menyiapkan berbagai strategi penguatan modal.
Langkah tersebut dilakukan agar Bank Kalsel tetap kompetitif, sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan OJK menghendaki bank pembangunan daerah memenuhi modal inti hingga Rp6 triliun.
Sementara itu, modal inti Bank Kalsel saat ini masih berada di kisaran Rp3,9 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp2,2 triliun.
Pemenuhan kebutuhan modal tersebut, paparnya, menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terkoreksi.
"Karena itu, Bank Kalsel tidak ingin sepenuhnya mengandalkan tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Daerah selaku pemegang saham," ujarnya saat peletakan batu pertama Gedung Kantor Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Jumat (17/7/2026).
Bank Kalsel pun tengah menyiapkan sejumlah simulasi penguatan modal, mulai dari menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, hingga membuka peluang melakukan Initial Public Offering (IPO).
Selain penguatan modal, Bank Kalsel juga dihadapkan pada kewajiban melakukan pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) sesuai regulasi.
Saat ini, aset UUS Bank Kalsel telah mencapai sekitar Rp3,6 triliun.
BACA JUGA: Dua Direksi Bank Kalsel Akan Berganti, Sudah Disetujui OJK
BACA JUGA: OJK dan Bank Kalsel Ajari Murid MTsN Tanah Bumbu Cara Menabung dan Mengelola Uang Saku
"PR yang kedua terkait dengan syariah. Syariah ini diwajibkan untuk berpisah," sambungnya, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Saat ini, syariah masih di bawah Bank Kalsel, asetnya juga sudah mencapai sekitar Rp3,6 triliun.
Fachrudin menegaskan lagi, proses pemisahan akan dipersiapkan secara matang agar tidak mengganggu operasional maupun pelayanan kepada nasabah.
Di sisi lain, Bank Kalsel tetap melanjutkan ekspansi layanan syariah sebagai bagian dari penguatan bisnis perusahaan.
Ia mengatakan pengembangan bisnis syariah akan terus dilakukan sejalan dengan visi Gubernur Kalsel dalam memperkuat ekonomi syariah.
Tahun ini, Bank Kalsel menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah memiliki kantor cabang syariah. (wartabanjar.com/*)
Editor: Yayu