WARTABANJAR.COM, PALANGKARAYA - Meninggalnya narapidana seumur hidup Anton Kurniawan di Lapas Kelas IIA Palangkaraya, Kalteng masih menyisakan misteri.

Belum diketahui secara pasti tentang penyebab kematiannya di dalam sel isolasi yang dihuninya, Sabtu (30/5/2026) malam

Dugaan awal, Anton Kurniawan diduga mengalami gagal jantung, tetapi ada juga yang menyebut eks polisi ini tidak makan selama beberapa hari sebelum meninggal .

Selain itu, terungkap juga ada lebam-lebam di wajah Anton Kurniawan seperti bekas tindak kekerasan.

Kanwil Ditjenpas Kalteng sudah membentuk tm investigasi untuk mengungkap kasus ini.

Sementara, Senin (1/6/2026), jenazah Anton Kurniawan diterbangkan ke kampung halamannya, Wonosobo, Jateng, untuk dimakamkan.

Baca Juga: Misteri Kematian Eks Polisi Penembak Warga Banjarmasin, Meninggal di Dalam Penjara

Baca Juga: Perempuan Muda Tewas di Samping Bayinya Usai Disiksa Suami, Pelaku Diduga Idap Sadomasokis

Berikut beberapa fakta dari kasus meninggalnya Anton Kurniawan di dalam sel isolasi Lapas Kelas IIA Palangkaraya, Kalteng.

  1. Eks polisi penembak warga Banjarmasin

Anton Kurniawan dijebloskan ke penjara dengan hukuman seumur hidup kerena telah membunuh warga Banjarmasin, Kalsel, menggunakan pistol.

Kejadian pada November 2024 itu mengakibatkan warga Banjarmasin, Budiman Arisandi meninggal karena kepalanya ditembak Anton Kurniawan di dalam mobil.

Jenazah Budiman Arisandi yang bekerja sebagai sopir ekspedisi itu lantas dibuang di kawasan Katingan, Kalteng dan mobilnya dibawa kabur.

Saat melakukan aksi kejinya itu Anton Kurniawan masih berstatus polisi aktif dengan pangkat Brigadir.

  1. Sabtu pagi masih beraktivitas seperti biasa

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana mengungkapkan sebelum ditemukan meninggal di dalam selnya, Sabtu malam, Anton Kurniawan beraktivitas seperti biasa.

"Yang bersangkutan masih mandi dan makan sore seperti biasa di dalam kamar hunian," kata I Putu Murdiana.

Sekira pukul 23.35 WIB, petugas yang sedang melakukan kontrol rutin menemukan Anton Kurniawan sudah dalam kondisi kritis.

Semula petugas memanggil-manggil namanya, tetapi tidak jawaban sehingga pintu sel dibuka untuk memastikan kondisi napi asal Wonosobo, Jateng tersebut.