WARTABANJAR.COM, KONAWE - Diduga disiksa oleh suami, seorang perempuan muda berusia 24 tahun, tewas di dalam rumahnya, Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe, Sulsel.

Saat kali pertama ditemukan keluarga dan tetangga pada Sabtu (30/5/2026) malam, mayat perempuan berinisial AS itu terbujur kaku dalam kondisi tanpa busana.

Dia terbaring di kasur di samping bayinya yang masih berumur 2 tahun.

Pada beberapa bagian tubuh korban seperti wajah, lengan, bahu dan paha terdapat luka memar sehingga muncul dugaan AS disiksa terlebih dulu sebelum meninggal, pada Jumat (29/5/2026) malam.

Tragisnya, IS membiarkan jenazah AS hingga sehari sebelum memberi tahu keluarga bahwa istrinya telah meninggal.

Kini IS telah diringkus aparat kepolisian karena diduga kuat ia pelaku pembunuhan terhadap istrinya tersebut.

Baca Juga: Misteri Kematian Eks Polisi Penembak Warga Banjarmasin, Meninggal di Dalam Penjara

Baca Juga: Tragedi di Wahana Air Tabalong, Balita 3 Tahun Tewas Tenggelam

Kepada pers, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan kondisi tubuh korban yang banyak luka memar.

Menurut dia, berdasar hasil visum luar menunjukkan adanya tindakan kekerasan fisik yang sangat brutal secara berulang terhadap korban..

"Hasil visum luar terdapat 28 luka memar di sekujur tubuh korban mulai dari kepala hingga kaki,” kata AKP Welliwanto Malau.

Selain pemeriksaan luar, tim Dokter Forensik RS Bhayangkara Kendari juga melakukan otopsi dalam untuk mengetahui penyebab utama kematian.

Dokter menemukan adanya resapan darah dan memar pada kepala, pembengkakan hebat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak korban.

"Jadi penyebab utama kematian korban AS adalah akibat trauma tumpul pada kepala bagian belakang," tegas Welliwanto.

Informasi yang diperoleh dari keluarga, AS memang sering dianiaya suaminya.

Sang suami mudah meluapkan amarah karena cemburu.

Anehnya, selain menganiaya, luapan amarah itu juga berupa tindakan memperlakukan istri di depan orang lain.

Antara lain, memaksa istri mengenakan pakaian seksi di depan laki-laki lain.

Anehnya, setelah melakukan penganiayaan itu, dia menyetubuhi sang istri.