Hujan Disertai Angin Kencang, Tirai Pelindung Pasar Kapar Tabalong Ambruk
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Hujan disertai angin kencang mengakibatkan tirai pelindung bagian atas bangunan Pasar Kapar, Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, ambruk, Selasa (08/09/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Tirai pelindung berukuran sekitar 6 x 5 meter itu merupakan bagian dari bangunan Pasar Kapar.
Tirai tersebut, terbuat dari material baja ringan yang dicat warna cokelat, dan dilengkapi atap plastik mika. Fungsinya untuk melindungi area pasar dari bias air hujan.
Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian hujan turun disertai angin kencang.
Kondisi tersebut menyebabkan tirai pelindung terlepas dari bagian atas bangunan, dan jatuh menimpa meja pedagang yang berada di bawahnya.
Tirai yang terlepas kemudian tersangkut pada kabel listrik di sekitar lokasi.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, mengatakan tidak ada aktivitas masyarakat di bawah bagian tirai saat kejadian.
"Sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut," kata Heri.
Personel Polri kemudian mendatangi lokasi, untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Baca Juga: Pendapatan Tabalong 2027 Diproyeksikan Rp 1,88 Triliun, Belanja Dianggarkan Rp 2,34 Triliun
Baca Juga: Tiga Hari Berturut-turut Tabalong Diguyur Hujan, Warga Lega Kabut Asap Mulai Berkurang
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak PLN, untuk mengamankan kabel listrik yang terdampak akibat tirai yang ambruk.
Dari hasil pengecekan di lokasi, Kepala UPT Pasar Kapar, Rusdi, memastikan tirai pelindung yang ambruk merupakan bagian dari bangunan Pasar Kapar.
Tirai tersebut bukan bangunan tambahan yang dibuat oleh pedagang.
Polres Tabalong mengimbau masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung pasar, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta menghindari berada di sekitar bangunan, atau struktur yang berpotensi mengalami kerusakan ketika cuaca ekstrem terjadi. (wartabanjar.com)