WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Setelah sekian lama dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan kabut asap, hujan akhirnya mengguyur kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (8/9/2026).

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.45 Wita dan berlangsung kurang dari satu jam. Turunnya hujan sempat memberikan harapan bagi warga, khususnya di kawasan yang terdampak asap dari kebakaran lahan gambut.

Gusti, warga Liang Anggang, mengaku bersyukur atas turunnya hujan.

Ia berharap hujan tersebut dapat membantu mengurangi kabut asap sekaligus membasahi lahan gambut yang terbakar.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur atas turunnya hujan. Semoga ini mengurangi kabut asap yang parah di daerah Pengayuan, karena lahan gambut yang tak kunjung padam,” ujar Gusti.

Namun, hujan tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan ancaman karhutla di kawasan Pengayuan.

Baca Juga Warga HST Bisa Ambil Nomor Antrean MPP dari Ponsel, Pengusaha Dapat Layanan Jemput Bola

Baca juga: Pulang Umrah, Rombongan Banjarmasin Dialihkan ke Aceh Gegara Abu Vulkanik Anak Krakatau

Saat dikonfirmasi, Hendra, Ketua RT 2 Desa Pengayuan, menyampaikan bahwa setelah hujan reda, kondisi kembali berubah.

Angin yang bertiup cukup deras membuat api kembali menyala di wilayah RT 2 Pengayuan.

“Setelah hujan, anginnya cukup deras. Api kembali menyala,” ujar Hendra saat dikonfirmasi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan dengan durasi singkat belum cukup untuk membasahi lahan gambut secara menyeluruh.

Bara yang masih tersimpan di dalam tanah berpotensi kembali muncul ketika kondisi kembali kering dan diterpa angin.

Warga pun berharap hujan kembali turun dengan intensitas dan durasi yang lebih lama sehingga dapat membantu membasahi lahan gambut serta menekan kabut asap dan aktivitas karhutla di kawasan Pengayuan.

Karhutla Belum Sepenuhnya Padam

Turunnya hujan memang menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini terdampak asap.

Namun, kembali munculnya api pascahujan menjadi tanda bahwa penanganan karhutla di kawasan gambut masih membutuhkan perhatian dan pemantauan.