Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Hujan di HST HSS dan Balangan
WARTABANJAR.COM - Peringatan dini hujan disertai petir dan angin kencang bakal melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026).
Prakiraan cuaca Kalsel hari ini memperkirakan hujan disertai petir dan angin kencang terjadi pada sore hari.
Yakni di wilayah Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.
Pada pagi hari, cuaca Kalsel masih didominasi kabut asap, kecuali di bagian pesisir.
Sementara siang hari, cuaca cerah berawan mendominasi hampir di seluruh Kalsel.
Adapun suhu maksimum hari ini mencapai 37 derajat celcius untuk wilayah Banjarbaru dan Banjar.
Sementara suhu maksimum wilayah lainnya mencapai 35-36 derajat celcius.
Baca Juga Jadi Spiderman Saat Bagi Air di Palam Banjarbaru, Kepala Dinas DPKP Kalsel Hibur Warga
Baca Juga Lima Korban Kapal Virgo Kembali Dievakuasi, Total 179 Ditemukan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal September 2026 secara umum didominasi oleh kondisi cuaca panas dan kering seiring puncak musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan pantauan BMKG), suhu udara pada siang hari terasa cukup terik dengan suhu maksimum di beberapa daerah bisa mencapai 34°C hingga 36°C
Sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meskipun didominasi cuaca kering, potensi hujan ringan atau lokal tetap ada di sebagian kecil wilayah Indonesia
Secara umum, curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 mm/dasarian.
Curah hujan rendah (<50 mm/dasarian) masih mendominasi banyak wilayah Indonesia, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Kondisi ini turut dipengaruhi oleh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang diprakirakan masih mendominasi, sehingga cenderung menekan aktivitas konvektif dan mendukung berlanjutnya kondisi kering di sebagian wilayah Indonesia.(Wartabanjar.com)