WARTABANJAR.COM, PALANGKARAYA - Kematian Anton Kurniawan Stiyanto di dalam sel isolasi Lapas Kelas IIA Palangkaraya, Kalteng, masih misterius.

Anton Kurniawan adalah narapidana seumur umur dalam kasus pembunuhan warga Banjarmasin, Kalsel.

Kasus itu terjadi saat ia masih menjadi polisi berpangkat Brigadir dengan menembak sopir ekspedisi asal Banjarmasin, Budiman Arisandi, November 2024 lalu.

Secara keji, Anton Kurniawan menembak kepala Budiman Arisandi di dalam mobil.

Kemudian jenazahnya dibuang di Kawasan Katingan, Kalteng dan mobil pick up korban dibawa pergi.

Setelah sempat buron, Anton Kurniawan ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dengan hukuman seumur hidup pada Mei 2025.

Kini, setahun kemudian, Sabtu (30/5/2026), Anton Kurniawan dikabarkan ditemukan meninggal dunia di dalam sel.

Baca Juga: Ketua Geng Motor Brutaliti Menangis Keras Saat Diborgol di Depan Orang Tua

Baca Juga: Misteri Detik-detik Satu Keluarga Meninggal Saat Wisata Glamping, Tenda Tertutup Usai Barbeque-an

Kematian ini mengejutkan karena sepeka sebelumnya, Anton Kurniawan sempat mencoba kabur dari penjara.

Saat itu, ia mengancam sipir dengan menggunakan pistol yang diduga diselundupkan ke penjara oleh sang istri.

Beberapa jam sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal, Kepala Kakanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana, mengungkapkan, berdasar informasi yang diterimanya, Anton Kurniawan juga masih beraktivitas seperti biasa.

"Ia masih melakukan aktivitas sore di kamar sel seperti mandi dan makan diawasi petugas,” katanya.

Kecurigaan petugas mulai muncul saat pengecekan rutin berkala di blok hunian khusus sekira pukul 20.35 WIB.

Saat dipanggil oleh petugas, tidak ada respons dari Anton Kurniawan.

“Saat dilakukan pengecekan bersama perwira piket dan komandan jaga, yang bersangkutan terlihat lemas dan (masih) bernapas. Tetapi beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas,” ungkap Putu Murdiana.

Hingga kini pihak kepolisian belum memastikan penyebab pasti meninggalnya Anton Kurniawan, apakah bunuh diri atau penyebab lainnya.

Setelah menjalani otopsi, jenazah dibawa ke daerah asal Anton Kurniawan di Wonosobo, Jateng untuk dimakamkan.