WARTABANJAR.COM, TEMANGGUNG - Satu keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri dan dua anak mereka meninggal secara bersamaan saat melakukan wisata glamping.

Penyebab meninggalnya satu keluarga saat wisata glamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itu belum diketahui pasti.

Polisi menduga ada tiga kemungkinan awal penyebab meninggalnya mereka, yakni keracunan makanan, keracunan gas dari aktivitas bakar-bakar lauk (barbeque) atau kedinginan (hipotermia)

Sekadar info, wisata glamping memang lagi tren saat ini.

Secara umum, wisata glamping adalah cara berwisata dengan berkemah di alam terbuka yang dilengkapi fasilitas setara hotel.

Konsep wisata ini memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan alam seperti pegunungan, hutan, atau pantai, tanpa harus repot mendirikan tenda, membawa peralatan berkemah, atau memasak sendiri.

Kepala Satreskrim Polres Temanggung, Iptu Komang Mahendra Deputra, mengatakan dugaan sementara diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim kedokteran forensik.

“Baik, dari hasil pemeriksaan sementara dari tim kedokteran forensik sudah menjelaskan bahwa kemungkinan dugaannya keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak yang dilakukan oleh satu keluarga tersebut,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Tragedi Balita Dibunuh Paman, Pisau Sempat Dicuci sang Nenek

Baca Juga: Kepala BNN Sebut Anak Bupati Cuma Terpapar Asap Ganja, Hasil Tes Urine Positif Narkoba

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu set kompor gas portable dan sisa makanan yang diduga dikonsumsi para korban sebelum meninggal dunia.

Keluarga itu tiba di lokasi glamping di Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jateng, Selasa (26/5/2026) sekira pukul 10.00 Wita.

Mereka berasal dari Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Adapun identitas 4 korban itu adalah pasangan suami istri, Muhamad Ali Munawar (52) dan Maghfirah (43).

Sementara dua anak mereka adalah Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21) yang merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Setelah melakukan registrasi, keluarga tersebut diantar petugas menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 untuk berkemah.