WARTABANJAR.COM, BANYUWANGI - Tidak segarang waktu konvoi sepeda motor sambil memamerkan senjata tajam di jalan raya, ketua geng motor Brutaliti menangis di Mapolsek Banyuwangi.

Tangis ketua geng motor Brutaliti berinisial MAR (17) makin keras saat dipertemukan dengan ibunya.

Apalagi kemudian di depan sang ibu, kedua tangannya diborgol oleh petugas kepolisian.

MAR yang tinggal di Desa Temborejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jatim juga ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka merupakan buntut dirinya memimpin konvoi sepeda motor sembari membawa senjata tajam.

Baca Juga: Misteri Detik-detik Satu Keluarga Meninggal Saat Wisata Glamping, Tenda Tertutup Usai Barbeque-an

Baca Juga: Kepala BNN Sebut Anak Bupati Cuma Terpapar Asap Ganja, Hasil Tes Urine Positif Narkoba

Konvoi geng motor Brutaliti itu dilakukan di Jalan Raya Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Minggu (25/5/2026) dini hari lalu.

Dari video yang beredar memperlihatkan mereka kebut-kebutan di jalan raya dan memakan hampir seluruh jalur.

Beberapa orang di antaranya memamerkan senjata tajam yang dibawanya.

Dalam konvoi itu, MAR membawa celurit sepanjang 50 sentimeter.

NAS juga membawa celurit sementara JMA membawa rantai besi.

"Kami simpulkan ada unsur pidana di dalamnya, maka kita tetapkan (ketua geng) sebagai tersangka," kata Kanit Reskrim Polsek Rogojampi Iptu Ocky Heru Prasetyo, Sabtu (30/5/2026).

Selain MAR, polisi mengamankan dua anggota geng motor itu, NAS (16) asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar dan JMA (15) asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

"Dua lainnya karena masih anak di bawah, penanganan dan pendekatan hukumnya berbeda," ujar Ocky.

Diungkapkannya, MAR dijerat pasal 307 ayat 1 KUHP yang mengatur tentang larangan menguasai atau membawa senjata tajam tanpa hak.

Sebelum dijebloskan ke dalam sel, MAR dipertemukan dengan orangtuanya.

Sembari mengenakan baju tahanan berwarna oranye, MAR menangis dan memeluk erat ibunya.

Setelah itu, polisi memborgol kedua tangan MAR lalu dibawa ke ruang tahanan.

Tangis MAR pun makin nyaring terdengar.

"Delapan anggota geng lainnya masih dalam pencarian," kata Ocky. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)