Melihat kondisi Anton, petugas langsung memberikan pertolongan pertama dan tindakan medis.

Namun, kondisi mantan polisi ini terus memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara, Palangkaraya.

  1. Mencoba kabur menggunakan pistol

Terungkap, seminggu sebelum meninggal, Anton Kurniawan sempat mencoba kabur dari Lapas Kelas II Palangkaraya.

Dalam upaya pelarian ini, dia membawa pistol yang digunakan untuk menodong petugas atau sipir yang berjaga.

Bahkan, kabarnya Anton Kurniawan sempat menarik pelatuk pistol tetapi macet.

Saat itu pula, petugas mampu melumpuhkan Anton sehingga upaya kaburnya gagal dan ia dijebloskan ke sel isolasi.

Tentang asal pistol diduga diselundupkan oleh sang istri saat melakukan kunjungan ke lapas.

  1. Wajah Anton Kurniawan lebam-lebam

Beredar infornasi, di wajah jenazah Anton Kurniawan terdapat luka lebam.

Menanggapi itu, Kepala Satuan Pengamanan Lapas Kelas IIA Palangkaraya, M Alamsyah Rahman mengungkapkan lebam-lebam itu terjadi saat petugas atau sipir melumpuhkan Anton Kurniawan yang mencoba kabur.

Anton Kurniawan disebut menodongkan pistol bahkan mencoba menembak sipir yang sedang berjaga.

Namun, meski pelatuk sudah ditarik, pistol itu macet.

Melihat itu, petugas langsung membanting Anton Kurniawan untuk melumpuhkannya.

"Karena Anton terus melakukan perlawanan dan masih memegang pistol, petugas lain ikut membantu melumpuhkan sehingga ada lebam-lebam di mukanya," kata Alamsyah.

  1. Anton Kurniawan sempat telepon keluarga tapi Kanwil Ditjen Pas sebut tidak ada akses komunikasi

Anggota keluarga Anton Kurniawan, Sugi mengungkapkan mendiang sempat menghubungi melalui telepon.

"Pagi sebelum malamnya meninggal, ia sempat menghubungi keluarga," ungkap Sugi, Minggu (31/5/2026).

Ia mengatakan saat menghubungi keluarga, Anton berpesan agar kedua anaknya disekolahkan di kampung halamannya, Wonosobo, Jawa Tengah.

"Pesannya kalau terjadi apa-apa dengan dirinya, minta kedua anaknya sekolah di Wonosobo, begitu saja katanya," ucap Sugi.

Namun, seperti dikutip dari Tribunkalteng.com, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng I Putu Murdiana menegaskan belum mendapatkan laporan dan bukti yang menunjukkan adanya komunikasi antara Anton dan keluarganya selama berada di sel isolasi