WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Pemerintah Kabupaten Banjar berencana menambah sekitar 20 ribu peserta BPJS Ketenagakerjaan di 2026 ini.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas perlindungan bagi pekerja informal di Kabupaten Banjar.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanah Laut dan Kabupaten Banjar, Ardinata Surya menyebut cakupan perlindungan pekerja di Kabupaten Banjar saat ini masih tergolong rendah.
“Di Kabupaten Banjar yang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan itu baru 22 persen,” ujarnya, Kamis (21/5/2026) di acara edukasi dan penyerahan BPJS Ketenagakerjaan untuk PKL di Pasar Bauntung Batuah, Martapura.
Menurut Ardinata, dari sekitar 22 ribu pekerja yang telah terlindungi, 19 ribu di antaranya merupakan peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah daerah.
Peserta tersebut terdiri dari imam dan marbot masjid, ustaz dan ustazah, guru, relawan, kader RT/RW, hingga pedagang, petani dan nelayan.
BACA JUGA: Ditanggung Gratis, Pemkab Banjar Bagikan BPJS Ketenagakerjaan untuk PKL
Tak hanya itu, sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyerahkan klaim senilai sekitar Rp75 miliar kepada masyarakat Kabupaten Banjar.
“Nah, sepanjang tahun 2025 kami sudah menyerahkan uang tunai kurang lebih Rp75 miliar untuk sekitar 3.000 orang,” jelasnya.
Dana tersebut diberikan untuk klaim Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja hingga Jaminan Kematian.
Selain bantuan klaim, BPJS Ketenagakerjaan juga mencatat sekitar 130 anak di Kabupaten Banjar menerima manfaat beasiswa karena orang tuanya meninggal dunia saat bekerja.







