WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Amblesnya Jalan Veteran Kilometer 5,5 Kelurahan Sungai Lulut Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (15/07/2026) membuat warga kesulitan.

Pada saat yang bersamaan, warga Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, gencar mengutarakan ingin lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena jalan menuju daerahnya rusak parah, bahkan putus.

Sejumlah perwakilan masyarakat wilayah yang berbatasan dengan Malaysia ini bahkan berunjuk rasa di DPRD Kaltara, Selasa (14/07/2026).

Kendati menyumbang banyak pendapatan dari hasil bumi kepada negeri ini, Kalimantan belum sepenuhnya bisa merasakan nikmatnya pembangunan jalan.

Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur bahkan menempati peringkat satu dan dua daftar 10 provinsi dengan jalan rusak terpanjang se-Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, pada 2025 saja, Kalteng memiliki jalan nasional yang rusak sepanjang 191,56 kilometer.

Posisi kedua ditempati Kalimantan Timur 186,20 kilometer.

Baca Juga: Wali Kota Banjarmasin Larang Kendaraan Tonase Besar Lewat Sungai Lulut

Baca Juga: Dinas PUPR Kalsel Tutup Lokasi Jalan Ambles di Sungai Lulut Banjarmasin Selama 3 Minggu

Selanjutnya Papua Barat 172,76 kilometer, Papua Pegunungan 165,92 kilometer, Sumatera Barat 117,98 kilometer, Papua 107,67 kilometer, Sumatera Utara 106,10 kilometer, Aceh 85,73 kilometer, Nusa Tenggara Timur (NTT) 84,30 kilometer, dan Lampung 81,12 kilometer.

Bina Marga tidak menyampaikan data jalan nasional yang rusak untuk provinsi lainnya di Kalimantan, serta data hingga Juli 2026.

Untuk diketahui jalan nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun menerima banyak keluhan mengenai jalan, saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung pada Rabu (15/07/2026) dan Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (16/07/2026).

"Saya kalau ke Lampung pasti keluhannya itu, jalan. Nanti masalah infrastruktur, masalah singkong dan lain-lain, kami konsultasikan lagi ke pimpinan ya, biar mendapatkan atensi khusus untuk Lampung ini," kata Gibran saat berdialog dengan warga dan petani di Dusun III, Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.

Belum lagi melakukan konsultasi, Gibran meminta semua pihak tidak saling menyalahkan.