WARTABANJAR.COM, BATAM – Tragedi mengerikan kembali mengguncang Kota Batam. Kapal tanker MT Federal II milik galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, dilaporkan meledak dan terbakar hebat pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

Akibat insiden mematikan ini, 10 pekerja tewas dan 21 lainnya mengalami luka-luka serius.

Ledakan Dahsyat di Tengah Dini Hari

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, membenarkan peristiwa tragis tersebut.

“Betul, telah terjadi kecelakaan kerja di lokasi yang sama dan melibatkan kapal yang sama,” ujar Kombes Zaenal dalam keterangannya melalui pesan singkat kepada wartabanjar.com, Rabu pagi.

BACA JUGA: DITUDING TERLIBAT Skandal MBG Tungkaran! Irwan Bora Membantah, E-LHKPN Ungkap Isi Rekeningnya!

Menurutnya, total 31 pekerja menjadi korban dalam ledakan tersebut. Para korban dievakuasi ke empat rumah sakit berbeda, yakni RSUD Embung Puteri, RS Mutiara Aini, RS Elizabeth, dan RS Graha Hermin.

“Data masih kami validkan. Informasi sementara, 10 orang meninggal dunia dan 21 lainnya luka-luka,” tambah Zaenal.

Ledakan ini bukan kali pertama terjadi di kapal tanker MT Federal II. Sebelumnya, pada 24 Juni 2025, kapal yang sama juga mengalami ledakan serupa yang menewaskan empat pekerja di lokasi yang sama.

Kini, kejadian terulang dengan dampak lebih parah dan jumlah korban jiwa yang meningkat drastis.

Pihak kepolisian segera melakukan langkah cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, mengevakuasi para korban, dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Penyelidikan tetap dilakukan oleh Polresta Barelang,” tegas Kombes Zaenal.

Polisi Telah Tetapkan Tersangka dalam Kasus Sebelumnya

Sebagai catatan, pada tragedi sebelumnya polisi telah menetapkan dua orang tersangka dari pihak subkontraktor PT ASL Shipyard, masing-masing berinisial A dan F yang bertugas di bagian Health, Safety, and Environment (HSE).
Keduanya diduga lalai sehingga menyebabkan kebakaran di kapal yang sama beberapa bulan lalu.

Sementara itu, penyebab pasti ledakan terbaru ini masih dalam penyelidikan intensif oleh kepolisian dan tim forensik.