WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Usai mencuatnya dugaan keracunan siswa setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), dapur MBG di Desa Tungkaran, Kabupaten Banjar, kini menjadi sorotan publik.

Isu semakin panas setelah muncul kabar bahwa dapur MBG tersebut disebut-sebut milik salah seorang anggota DPRD Kabupaten Banjar.

Namun, kabar itu langsung dibantah oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora. Dalam keterangannya kepada wartabanjar.com, Irwan menegaskan bahwa dapur MBG di Desa Tungkaran bukan miliknya, melainkan dikelola oleh sebuah yayasan yang diketuai oleh H. Saukani.

BACA JUGA:Keracunan MBG, Satgas MBG Banjar Siap Tinjau Sekolah

“Dapur MBG di Tungkaran bukan punya saya. Itu dikelola oleh yayasan. Saya memang punya dapur MBG, tapi lokasinya di Sungai Ulin, bukan di Tungkaran,” ujar Irwan Bora.

Tercatat di E-LHKPN, Kekayaan Irwan Bora Capai Rp 2,3 Miliar

Berdasarkan penelusuran wartabanjar.com melalui laman resmi e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), Irwan Bora melaporkan total kekayaan senilai Rp 2.389.643.053 pada laporan periodik tahun 2024, yang disampaikan pada 20 Maret 2025.

Dalam laporan tersebut, politisi dari Partai Gerindra ini memiliki total tanah dan bangunan senilai Rp 1.945.000.000, tersebar di tiga bidang di wilayah Kabupaten Banjar.

Selain itu, Irwan juga tercatat memiliki:

Mobil Toyota New Avanza Veloz tahun 2013 senilai Rp 145.000.000

Sepeda motor tahun 2018 senilai Rp 16.000.000

Harta bergerak lainnya senilai Rp 73.912.500

Kas dan setara kas sebesar Rp 206.730.553

Menariknya, dalam laporan tersebut Irwan Bora tidak memiliki utang sama sekali.

Pria yang juga dikenal sebagai pengusaha perumahan ini pun menjadi salah satu pejabat daerah dengan laporan kekayaan terpublikasi secara transparan di e-LHKPN.

Hingga berita ini diturunkan, wartabanjar.com masih berupaya menghubungi Irwan Bora untuk mengonfirmasi lebih lanjut terkait kepemilikan dapur MBG di Sungai Ulin tersebut.(Wartabanjar.com/Tim)

editor: nur muhammad