Rekrutmen Anggota Polri di Papua, Begini Antusiasme Warga Asli di Sana
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAYAPURA - Rekrutmen Polri di Papua menarik minat orang asli untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Dari proses penerimaan RIM terpadu Tahun Anggaran 2024 tercatat pendaftar secara daring total 13.949 orang. Data tersebut berdasarkan data Sekretariat Subbagdiapers Biro SDM Polda Papua.
Penerimaan ribuan pemuda dari empat provinsi yang berada di wilayah hukum Polda Papua nantinya akan berdampak positif terhadap pembangunan daerah. Sebab mereka nantinya akan dikembalikan ke daerah masing-masing untuk mengabdi dan melayani masyarakatnya.
Baca juga: Gaji ke-13 Mulai Cair Juni 2024 ini
"Karena itu di setiap kesempatan kami minta tokoh masyarakat, adat dan agama untuk mempersiapkan para pemudanya yang ingin menjadi anggota Polri," kata Kapolda Papua, Irjen Pol Fakhiri seperti dikutip Wartabanjar.com di Jayapura.
Sebelumnya, Asisten SDM Kapolri Irjen Dedi Prasetyo mendorong para kapolres di Papua aktif melakukan sosialisasi rekrutmen Polri, mengingat yang direkrut penduduk asli Papua, juga anak-anak yang lahir dan besar di Papua.
Dua ribu personel yang direkrut itu termasuk 150 paramedis, khususnya tenaga dokter dengan kerjasama Universitas Cenderawasih (Uncen).
Baca juga: Lagi, Polisi Tangkap Pelaku Pengguna Narkotika Jenis Sabu-Sabu
Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Sugandi mengatakan, jumlah pendaftar tersebut mencakup berbagai kategori jalur, mulai dari Taruna/I hingga Bintara Rekpro Disabilitas. Dari total pendaftar, sebanyak 9.411 orang telah berhasil diverifikasi oleh pihak berwenang.
“Dari pendaftar yang kami terima, 9.411 di antaranya telah melalui proses verifikasi. Mereka berasal dari berbagai jalur, dengan mayoritas pendaftar dari jalur Bintara PTU,” jelas Kombes Pol Sugandi.
Baca juga: Meriah! Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel Diramaikan Berbagai Acara
Pihaknya mengingatkan para calon siswa Polri untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran jasa calo seleksi yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Dia menegaskan bahwa proses penerimaan Polri tidak memerlukan biaya.
“Dalam proses seleksi ini, kami berkomitmen untuk menjaga ketatnya proses dan transparansi. Kami juga mengingatkan para calon siswa agar tetap semangat, belajar dengan giat, dan tidak tergoda oleh calo. Masuk Polisi itu gratis,” tegasnya.
Baca juga: Lisa Halaby Ramaikan Pilwali Banjarbaru, Serahkan Berkas ke Nasdem dan Golkar
Ondoafi atau Kepala Suku Sosiri Boas Asa Henock menyatakan, dukungan atas program penerimaan 2 ribu Bintara Polri di lingkungan Polda Papua. Apalagi ada kuota khusus bagi anak kepala suku atau ondoafi dan penerimaan itu juga diutamakan kepada Orang Asli Papua (OAP) .
"Program ini merupakan bentuk penghormatan dari Polri terhadap para ondoafi dan kepala suku di Papua," kata Ondoafi Sosiri Boas Asa Henock di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, (20/05/2024).
Baca juga: UKT Naik Ugal-Ugalan, DPR Desak Mendikbud Cabut Aturan ini
Ia mengatakan walaupun ada kekhususan namun proses pelaksanaan perekrutan calon Bintara Polri nanti bisa dilakukan sesuai prosedur.
Sementara Fredikus Gebze selalu Tokoh masyarakat pemangku adat menambahkan, atas apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo terhadap penerimaan Polri pada OAP ini.
"Oleh karena itu, anak-anak Papua harus siap menjaga kehormatan dan sikap dan betul betul siap untuk menjadi anggota Polri. Karena penerimaan Polri melalui Polda Papua itu Bersih, Transparan dan Akuntabel dan humanis." Kata Fredikus Gebze. (Sidik Purwoko)
Baca juga: MPR: Persatuan Adalah Syarat Mutlak Indonesia Jadi Negara Besar dan Maju
Editor: Sidik Purwoko