WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Ikatan Motor Indonesia (IMI) terus berkomitmen mendukung pengembangan kendaraan listrik oleh mahasiswa di Indonesia. Komitmen itu seperti dukungan yang dilakukan IMI pada Supermileage Vehicle Team dari Universitas Indonesia (UI) melalui pembuatan prototipe mobil listrik bernama Arjuna. Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa dirinya mendukung tim tersebut untuk kemajuan industri olahraga otomotif berbasis listrik ke depan. Mobil listrik Arjuna hasil besutan mahasiswa Fakultas Teknik UI ini berhasil menorehkan prestasi gemilang di berbagai kompetisi internasional. "Di antaranya, memenangkan juara pertama ajang kompetisi Shell Eco Marathon Asia 2022 di Sirkuit Mandalika untuk kelas battery electric urban concept dengan menempuh jarak 194 km/kWh," kata Bamsoet seperti dikutip Wartabanjar.com di laman resmi IMI, Sabtu (29/03/2024). Usai menerima kunjungan tim di kantornya, Ketua MPR RI itu membeberkan, pada tahun kedua di ajang dan kelas yang sama, Arjuna kembali mampu masuk tiga besar dengan menempati peringkat kedua melalui capaian konsumsi energi listrik sebesar 172 km/kWh. Baca juga: Bohong Kalau Kalimantan Bebas Gempa Bumi, Sepekan ini Digoyang 11 Kali Shell Eco Marathon merupakan kompetisi yang menantang para mahasiswa perguruan tinggi di berbagai negara di dunia. Event tersebut menantang mahasiswa untuk berinovasi merancang, membangun, sekaligus menguji kendaraan hemat energi demi menjawab tantangan energi di masa depan. Setiap tahunnya, tim dari puluhan negara mengikuti ajang kompetisi internasional tersebut. Menurut Bamsoet, Indonesia menjadi kompetitor utama karena memiliki prospek yang cerah untuk pengembangan kendaraan listrik ke depan. Hal itu lantaran Indonesia merupakan produsen nikel, bahan baku baterai kendaraan listrik. "Terlebih, Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia sehingga mendukung penuh pengembangan industri kendaraan listrik. Khususnya, dalam pembuatan baterai kendaraan listrik," ujar pria yang juga Ketua MPR RI itu. Berdasarkan data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia diperkirakan mencapai 21 juta metrik ton. Dari angka itu, 40 persen di antaranya tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Sementara, merujuk pada catatan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), produksi nikel dunia pada 2022 diperkirakan mencapai 3,3 juta metrik ton atau meningkat sekitar 21 persen dari produksi saat 2021. Produksi tersebut sebanyak 48 persen atau sekitar 1,6 juta metrik ton adalah produksi Indonesia. Baca juga: Lempar Kucing ke Laut, Dua Content Creator Asal Jepara Ditangkap Polisi Dirinya optimistis, Indonesia akan menjadi salah satu pemain utama dalam memproduksi kendaraan listrik mengingat baterai merupakan komponen kunci untuk kendaraan listrik. Tentunya komponen itu berkontribusi sekitar 25-40 persen dari harga kendaraan listrik. Dengan fakta tersebut, Indonesia berpotensi menjadi poros utama untuk pengembangan olahraga dan industri otomotif berbasis listrik di dunia. Saat ini Universitas Indonesia melalui Supermileage Vehicle Team, telah berhasil membuat prototipe mobil listrik bernama Arjuna. Bobot Arjuna sangat ringan karena material bodinya terbuat dari serat karbon. Arjuna mampu melaju hingga jarak 194,19 kilometer per kilo watt hour (km/kWh). Hasil kreativitas anak bangsa itu nantinya akan diadu dengan peserta dari negara lain, dalam kompetisi Shell Eco Marathon 2024 di Sirkuit Mandalika pada 2 hingga 7 Juli mendatang. Tim bakal diisi oleh Yusuf Timothy Turnip, Marsya Renatha Bahasoean, Haydar Mahdi, Godwin Siringoringo, Jericho Christian Marsangap, Abdullah Iman Ramadhan, Taqiya Shauqiya, dan Fathia. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko