Bohong Kalau Kalimantan Bebas Gempa Bumi, Sepekan ini Digoyang 11 Kali

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Jika ada yang mengatakan Kalimantan Bebas Gempa Bumi itu bohong! Pasalnya, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama periode 22-28 Maret 2024 pulau Dayak itu digoyang gempa bumi sebanyak 11 kali.

Hal itu berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan. Meski demikian, gempa di sana terhitung bukan skala besar karena paling kuat di angka 4,3 magnitudo.

Dikutip Wartabanjar.com, gempa dengan Magnitudo 2.9 tercatat pada 22 Maret 2024 sekitar pukul 15.04 WIB. Pusat gempat berada di lokasi 3.38 LS,115.60 BT bagian darat, 8 kilometer Timur Laut Tanah Bumbu di kedalaman 10 km.
Sehari kemudian, gempa berkekuatan 3.0 Magnitudo terasa sekitar pukul 11.20 WIB di lokasi 2.19 LS,115.38 BT bagian darat , 29 km Tenggara Barito Timur Kalimantan Tengah kedalaman 16 km. Gempa ini disusul guncangan dengan Magnitudo 3.0 yang terjadi sekitar pukul 11.29 WIB di Lokasi 1.05 LS,115.15 BT bagian Darat, 31 km Tenggara Muara Teweh Kalimantan Tengah kedalaman 36 km.
Masih pada hari yang sama, Sabtu (23/03/2024) gempa dengan Magnitudo 2.5 tercatat di pukul 11.54 WIB dengan pusat gempa Lokasi 3.73 LS,115.18 BT bagian Darat, 41 km Timur Laut Tanah Laut Kalimantan Selatan kedalaman 10 km. Lalu gempa dengan Magnitudo 3.5 kembali terjadi pukul 22.06 WIB. Pusat gempa di Lokasi 1.58 LU,117.79 BT (Darat, 70 km Tenggara Berau Kalimantan Timur kedalaman 5 km.
Gempa dengan Magnitudo 4.3 juga terjadi pada Senin (25/03/2024) pukul 18.54 WIB. di Lokasinya beradai di 1.14 LU,113.00 BT bagian Darat, 34 km Barat Laut Kapuas Hulu Kalimantan Barat kedalaman 10 km. Demikian juga di hari yang sama pukul 21.00 WIB, gempa Magnitudo 3.3 berasa di Lokasi 3.36 LS,115.23 BT bagian Darat, 26 km Tenggara Banjar Kalimantan Selatan kedalaman 10 km.
Tak selesai di situ, gempa Magnitudo 3.3 terjadi pada Rabu (27/03/2024) pukul 11.34 WIB. Lokasinya berada di 3.99 LS,114.72 BT bagian Darat, 66 km Selatan Martapura Kalimantan Selatan kedalaman 10 km. Kemudian gempa Magnitudo 3.2 terjadi 15 menit kemudian di Lokasi 3.89 LS,115.23 BT bagian Laut, 89 km Tenggara Martapura Kalimantan Selatan kedalaman 10 km. Lalu gempa Magnitudo 3.1 terulang pukul 15.39 WIB di Lokasi 3.21 LS,116.39 BT bagian Laut, 17 km Timur Kotabaru Kalimantan Selatan di kedalaman 22 km.
Dan terakhir gempa Magnitudo 3.3 terjadi keesokan harinya pada Kamis (28/03/2024) pukul 09.28 WIB di Lokasi 3.66 LS,116.15 BT bagian Darat, 68 km Tenggara Tanah Bumbu Kalimantan Selatan kedalaman 6 km.
Petugas BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik ketika terjadi gempa. Masyarakat juga dihimbau melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat jika terjadi kerusakan akibat gempa.

Nampaknya masyarakat telah salah mempersepsikan pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 2019 lalu. Presiden Jokowi kala itu mengumumkan ibu kota negara akan pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Presiden kala itu menyebut, lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Beberapa alasan dipilihnya dua lokasi ini menurut Presiden karena minimnya resiko bencana alam, bukan bebas dari bencana alam.

Baca juga: Tips Mudik Lebaran Aman saat Hadapi Cuaca Ekstrem