WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Banyak orang yang menyebut Mayor Windra Sanur sebagai perisai hidup Presiden Ke-7 RI, Jokowi (Jokowi).
Betapa tidak, selama 8 tahun, Mayor Windra Sanur terus menjadi garda depan pengawal Jokowi.
Bahkan, ketika Jokowi tidak lagi menjabat presiden dan tinggal di Solo, Jateng, anggota Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) tetap menjadi pengawalnya.
Baca Juga Harga Bright Gas Naik di HST, Eceran 5,5 Kg Rp135 Ribu dan 12 Kg Rp260 Ribu
Di setiap acara Jokowi, Mayor Windra Sanur selalu berada di dekatnya.
Melindungi Jokowi dari setiap gangguan, bahkan menjadikan dirinya seolah sebagai tameng.
Bertepatan dengan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), Mayor Windra didampingi sang istri, terlihat berpamitan dengan Jokowi.
Ada apa? Dia kini tidak lagi menjadi pengawal Jokowi.
“Perisasi hidup” itupun meninggalkan Solo, Jateng menuju Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ada tugas baru yang harus dijalani Mayor Windra Sanur yang sebelumnya Wakil Komandan Detasemen 4 Grup D Paspampres itu.
Yakni, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Tigaraksa.
“Alhamdulillah saya mendapatkan amanah jabatan dan tugas baru sebagai Kasdim Tigaraksa, Kabupaten Tangerang,” ujarnya kepada pers di Solo.
Mayor Windra Sanur merupakan perwira menengah TNI AD.
Pangkat Mayor berada di bawah Letkol dan di atas Kapten.
Dia adalah alumni Sekolah Calon Bintara Angkatan Darat (Secaba AD) yang lulus pada 1996.
Mayor Windra Sanur pernah menjadi sniper Kopassus pada 1999 dan menjadi komandan peleton Provos Kopassus di markas Cijantung.







