WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Begitu mendengar ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Muhammad Hamidi dan tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Ketua Emergency Tanggap Bencana (ETB) Rescue Banjarbaru itu tidak peduli mereka harus mengeluarkan dana kas organisasi untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti 
bahan bakar minyak (BBM) dan konsumsi relawan. 

“Bahkan bila kehabisan dana kas, bisa dana ulun pribadi,” ujar Hamidi di Pos ETB Resque Jalan Nilam V Kompleks Amaco, Loktabat Utara, Banjarbaru, Sabtu (6/9/2026).

Baca juga: Tiga Anggota Polres Banjar Gadungan Jalani Proses Hukum Setelah Peras Pembeli Narkoba

Baca juga: Mobil BPK Oleng di Jalan Gotong Royong Banjarbaru, Pengendara Motor Patah Kaki

Menurut Hamidi, dana kas organisasi salah satunya dari penghasilan anggota yang mayoritas bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). 

Organisasi ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Banjarbaru seperti dana dan sejumlah peralatan. 

“Anggota kami bisa beli BBM dan bisa diatur juga untuk makan teman-teman di lapangan,” katanya.

Mengenai maraknya karhutla di Banjarbaru hingga menjadi perhatian kabinet, Hamidi menyebut ETB Rescue belum menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selalu perwakilan pemerintah pusat.

Ia pun berharap pemerintah provinsi memberikan perhatian kepada relawan di lapangan, khususnya mengenai konsumsi, kesehatan dan kebutuhan operasional.

“Harapan ulun untuk pemerintah provinsi, mudah-mudahan melihat bagaimana kondisi relawan di lapangan, terutama yang berada di tengah hutan. Kesehatan teman-teman juga harus dijaga,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, ETB Rescue juga menyiagakan ambulans. 

Ambulans dilengkapi perlengkapan P3K dan oksigen untuk memberikan pertolongan apabila relawan maupun masyarakat mengalami gangguan kesehatan di lokasi kejadian.

ETB Rescue berdiri sejak 2021, memiliki badan hukum sejak tiga tahu lalu dan kini memiliki sekitar 35 anggota. 

Organisasi ini terbentuk setelah para relawan terlibat dalam penanganan banjir besar yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Barabai, Martapura dan Banjarmasin. 

Mayoritas anggota ETB Rescue merupakan pengemudi ojek online.