WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Ahmad (60) warga Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) duduk di trotoar depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jumat (25/09/2026) siang. 

Ia sedang beristirahat usai menjajakan bibit jeruk limau kuit di Pasar Ahad Kertak Hanyar. 

Bermodalkan sepeda biru pemberian orang, Ahmad harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya di wilayah Banjarmasin. 

Ia mengayuh sepedanya, melintas di jalanan sembari berharap bibit jeruk limau kuit yang ditaruhnya di keranjang karung habis terjual.

Dengan cara itu, Ahmad mengais rezeki guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ia mengaku tak memiliki pekerjaan. 

Namun hal itu tak membuatnya patah semangat untuk mencari cara agar bisa mendapatkan rupiah. 

Baca Juga Kebakaran Indrasari Kabupaten Banjar, Polisi Ungkap Dugaan Pencurian Solar Jadi Pemicu

Baca Juga Harga Pertalite Naik per 26 September Viral di Medsos, Kementerian ESDM: Bohong

"Setiap hari ya begini. Keliling kesana kemari bawa bibit-bibit jeruk limau kuit ini buat jual. Kalau laku ada yang beli uangnya langsung buat makan," katanya sambil tersenyum kecil.

Ahmad mengaku, setiap hari ia harus bangun pagi pukul 05.00 Wita. Kemudian ia menyiapkan beberapa bibit jeruk limau kuit untuk dijual. 

Setelah siap, ia pun bergegas pergi menjajakan bibit-bibit itu. Ia baru akan kembali ke rumahnya sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat ditemui Jumat siang di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Ahmad mengaku membawa lima bibit jeruk limau kuit.

Yang sudah laku terjual sebanyak dua.

"Hari ini tadi ada dua yang dibeli. Dapat Rp 45.000. Kalau tidak laku nanti bawa pulang lagi, besok pagi lanjut keliling jual," ungkapnya.

Ahmad mengaku tinggal seorang diri di rumah warisan orang tuanya.

Sebagai warga Kota Banjarmasin, ia berharap agar pemerintah selalu memperhatikan nasib rakyatnya. 

"Harapan ke pemerintah, yang 500 tahun Banjarmasin ini ya, semoga selalu memperhatikan nasib kami orang kecil, itu saja," ujarnya.

Sekitar pukul 13.30 Wita, Ahmad kembali bangkit dari istirahatnya.