WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kabar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab disapa Haji Isam bakal membeli (akuisisi) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) beredar di berbagai media sosial.

Mengetahui hal ini, kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, membantah informasi kabar angin tersebut.

Sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi dari manajemen Jhonlin Group maupun pihak-pihak yang berkepentingan.

Menurut Junaidi, masyarakat perlu berhati-hati dalam menyikapi informasi terkait aksi korporasi, khususnya yang menyangkut perusahaan terbuka dan sektor perbankan. 

Baca juga:  Gandeng PT Jhonlin Baratama, Bantuan Air Bersih untuk Warga Kecamatan Halong Balangan

Baca juga: Kapolda Cup 2026 Hari ke-13, 87 Tim Bersaing Cari Bibit Muda Sepak Bola Kalsel

Informasi mengenai aksi korporasi material, semestinya merujuk kepada keterbukaan informasi dan sumber resmi perusahaan.

"Informasi mengenai Haji Isam akan mengakuisisi BCA itu hoaks. Tidak ada pernyataan maupun informasi resmi dari pihak kami mengenai rencana tersebut," kata Junaidi di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Ia meminta masyarakat tidak mudah memercayai informasi yang beredar melalui medsos maupun platform digital, apabila tidak disertai sumber resmi yang dapat diverifikasi.

Penelusuran terhadap informasi terkini juga menunjukkan bahwa nama Haji Isam dan Jhonlin Group, memang belakangan muncul dalam pemberitaan terkait aksi korporasi.

Namun ekspansi bisnis yang dijalankan Haji Isam menyasar sektor pertambangan batu bara, yakni PT Bayan Resources Tbk (BYAN). 

Bukan sektor perbankan, apalagi menyebut BCA.

Dalam keterbukaan informasi yang diberitakan pada September 2026, Jhonlin Baratama disebut telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low, terkait pengalihan 10.000.000.500 saham Bayan Resources. 

Jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari total saham perseroan, dengan penyelesaian yang masih bergantung pada sejumlah kondisi pendahuluan.

Informasi mengenai transaksi BYAN jelas berbeda dengan narasi yang beredar terkait akuisisi BCA oleh Haji Isam. 

Oleh karena itu, pencampuran kedua informasi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.