WARTABANJAR.COM, BANJAR – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dilakukan secara gotong royong. 

Jumat (25/9/2026), personel TNI bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) turun langsung melakukan pembasahan di kawasan Gardu Induk PLN Sungai Tabuk, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Kapten Inf Teuku Rhoma dari Kodim 1006/Banjar mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan Mapala Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (Uniska-MAB) Banjarmasin sebanyak delapan orang serta tujuh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Baca juga: Kapolda Cup 2026 Hari ke-13, 87 Tim Bersaing Cari Bibit Muda Sepak Bola Kalsel

Baca juga: 1.573 Nasabah Aktif di Bank Sampah Murakata HST, Layanan Jemput Sampah Paling Banyak

Pembasahan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya kembali titik api dan menjaga kondisi lahan tetap basah, khususnya di kawasan yang dinilai berpotensi terjadi kebakaran.

“Kami melaksanakan pembasahan bersama adik-adik mahasiswa,” ujar Kapten Inf Teuku Rhoma, Jumat (25/9/2026).

Keterlibatan mahasiswa tidak hanya berlangsung sehari. 

Menurut Teuku Rhoma, Mapala Uniska MAB masih akan bergabung dalam kegiatan bersama tim hingga Minggu (27/9/2026) atau selama tiga hari.

Di lapangan, Korem Banjar bertindak sebagai unsur pengendali di Posko Sambang Lihum dengan dukungan tiga personel TNI AD. 

Kegiatan tersebut juga diperkuat personel gabungan dari berbagai unsur.

Rinciannya, Kodim 1006/Banjar mengerahkan 15 personel, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan enam personel, serta BPBD Kabupaten Banjar sebanyak sembilan personel.

Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kawasan rawan karhutla, sekaligus memperkuat pengawasan dan pembasahan lahan agar potensi munculnya kembali api dapat ditekan. (wartabanjar.com)