WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sebanyak enam jenazah korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8, yang ditemukan di perairan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), batal dikirim ke Banjarmasin menggunakan helikopter, Jumat (25/09/2026). 

Hal ini disebabkan oleh ganguan asap tebal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng. 

Proses evakuasi pun terpaksa dilakukan melalui jalur darat. 

"Enam jenazah dari Kalimantan Tengah saat ini dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin," kata Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana. 

Baca juga: Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Saat Identitas Jenazah Diumumkan DVI Polri

Baca juga: Sepuluh Korban Kapal Virgo Kembali Dievakuasi, Tim SAR Gabungan Terus Sisir Laut Jawa

"Kenapa tidak dievakuasi dengan menggunakan heli, karena faktor asap tebal kebakaran hutan di sana, kita putuskan evakuasi jenazah melalui jalur darat," katanya lagi. 

Keenam jenazah itu hanyut terbawa arus laut pascakejadian. 

Mereka ditemukan di perairan Kumai Kabupaten Kotawaring Barat (Kobar) sebanyak tiga jenazah. Sedang tiga lainnya ditemukan di perairan Kabupaten Seruyan.

Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo masih terus dilakukan. 

Arus bawah laut masih menjadi tantangan utama bagi tim penyelam.

Gegara itu, operasi bawah laut untuk mengevakuasi para korban dari dalam badan kapal Virgo pun harus menunggu arus benar-benar bersahabat atau kondusif. 

Meski demikian, hingga hari ke-13 operasi SAR, Jumat (25/09/2026), tim penyelam gabungan Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL telah berhasil mengevakuasi 161 korban. Sedangkan 82 orang masih dalam pencarian.

Dari 161 korban yang terevakuasi, sebanyak 108 orang selamat, 53 meninggal dunia. 

Sementara itu total orang yang tercatat dalam manifes berjumlah 243.

Kapal Virgo bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kapal yang membawa 243 penumpang itu terbalik di Laut Jawa perairan Kalsel pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita dan tenggelam pada pagi. (wartabanjar.com)