Sementara itu, BCA menyediakan kanal informasi mengenai hoaks dan modus penipuan di situs resminya, serta mengimbau masyarakat untuk waspada berbagai informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Junaidi kembali mengingatkan agar informasi yang membawa nama Haji Isam, Jhonlin Group maupun perusahaan yang terkait dengannya, tidak langsung dipercaya sebelum dilakukan verifikasi.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Kalau menyangkut aksi korporasi, acuannya harus informasi resmi," ujarnya.

Dengan demikian, narasi yang menyebut Haji Isam atau Jhonlin Group bakal mengakuisisi BCA, perlu diperlakukan sebagai informasi yang belum terbukti. Dan, berdasarkan bantahan kuasa hukum Jhonlin Group telah ditegaskan adalah hoaks. (wartabanjar.com/inilah.com)