WARTABANJAR.COM - Hasil buruk yang didapatkan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama di Moto3 Aragon 2026 pekan lalu, masih menjadi perbincangan penggemar ajang balap motor Moto3.

Pada Moto3 Aragon 2026 di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol itu, Veda Ega hanya finish di posisi ke-20.

Terseok-seoknya Veda Ega di seri Aragon sudah terlihat sejak sesi latihan dan kualifikasi. 

Bahkan ia gagal lolos ke sesi kualifikasi 2 sehingga harus start di posisi ke-22.

Pada seri-seri berikutnya, meski start kurang menguntungkan namun Veda Ega mampu finish di urutan yang jauh lebih baik.

Beda saat Moto3 Aragon 2026, Veda Ega hanya naik 2 tingkat dari finish, itupun karena ada pembalap di barisan depannya yang crash.

Ada apa dengan Veda Ega? 

Baca Juga: Start dan Finish Buruk, Veda Ega Gagal Tembus Angka Keramat di Moto3 Aragon 2026

Baca JugaVeda Ega Terseok-seok di Moto3 Aragon 2026, Gagal ke Q2 dan Start Posisi 22

Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama membongkar borok atau penyebab Veda Ega mendapat hasil buruk di Moto3 Aragon 2026.

Dengan buka-bukaan, ia menyebut dua penyebab yang kesemuanya mengarah pada kondisi sepada motor yang ditunggangi Veda Ega.

Yang pertama, adalah problem pengereman. 

Kondisi ini terlihat saat Veda Ega memulai dari start. Ia sempat berada di posisi ke-16 sehingga tinggal satu strip lagi masuk zona penambahan poin.

Namun, bukan makin maju, posisi pembalap berusia 17 tahun itu malah melorot.

"Pada bagian pertama balapan, ia kompetitif, tetapi sejak pertengahan balapan Veda mulai mengalami beberapa masalah saat menghentikan motor dan melakukan beberapa kesalahan,” kata Hiroshi Aoyama.

Akibat kendala saat pengereman, konsistensi kecepatan Veda Ega menurun drastis.

Faktor kedua, adalah penurunan daya cengkeram ban.

"Ia mulai kehilangan grip seiring balapan berlangsung, dan itu tidak membantu," ucap Hiroshi Aoyama.

Hasil tanpa poin di Moto3 Aragon 2026 ini membuat Veda Ega turun ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan tetap mengoleksi 97 poin.