WARTABANJAR.COM, NUNUKAN - Saat wilayah tengah dan selatan Pulau Kalimantan kekeringan, bahkan didera kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara justru hujan hingga kebanjiran, Senin (3/8/2026).

Bencana tersebut merendam sejumlah kawasan permukiman, merusak infrastruktur, serta mengganggu aktivitas masyarakat. 

Arus banjir dilaporkan menghanyutkan sejumlah kendaraan.

Warga juga tidak sempat menyelamatkan sebagian harta benda karena air datang dengan cepat.

Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik sejak Senin sekitar pukul 02.00 hingga 07.20 Wita.

Baca juga: Daftar Pejabat Baru Pemko Banjarmasin Hasil Lelang, Yamin Minta Tidak Tunggu Viral

Turunnya air juga disertai angin kencang dan sambaran petir. 

Meluapnya air sungai akibat hujan diperparah pasang air laut atau rob yang menghambat aliran air darai sungai menuju laut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat sedikitnya lima kawasan terdampak cukup parah, yakni Pasar Baru, Sei Bilal, Lumba-Lumba, Sei Sembilan, dan Fatahilah. 

Banjir juga melanda sejumlah wilayah di Pulau Sebatik serta kawasan permukiman di sekitar aliran sungai dan pesisir. 

Wilayah terdampak cukup parah berada di Kecamatan Nunukan Selatan, khususnya kawasan Jalan Sei Sembilan.

Baca juga: KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, 5 Orang Meninggal Dunia

Sementara di Kecamatan Nunukan, genangan tinggi terjadi di Jalan Sei Bilal hingga mengganggu akses warga dan lalu lintas.

Di sejumlah lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa.

Arus yang deras menyapu sejumlah kendaraan serta barang-barang milik warga yang berada di sekitar rumah. 

Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Mochammad Hidayat, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah terdampak.

“Kami bersama Kalak BPBD memantau wilayah-wilayah terdampak yang rata-rata berada di areal sungai,” ujar Hidayat melalui pesan tertulis.

Sejumlah mobil dan kendaraan dilaporkan terseret arus. Perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, hingga dokumen penting milik warga juga ikut terendam.