KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, 5 Orang Meninggal Dunia
WARTABANJAR.COM, SURABAYA - Sebanyak 122 orang penumpang KMP Mutiara Sentosa Il yang terbakar berhasil dievakuasi tim SAR gabungan ke dua pelabuhan di Surabaya.
Penumpang dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, pada Minggu (2/8/2026) malam hingga Senin (3/8/2026) dini hari.
Evakuasi menggunakan Kapal Meratus Pematang Siantar tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu pukul 23.50 WIB dengan membawa 113 orang POB.
Dari jumlah tersebut, 111 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan dua orang lainnya dalam kondisi meninggal dunia.
Sekitar 35 menit kemudian atau pada Senin (3/8/2026) pukul 00.25 WIB, KN SAR 249 Permadi sandar di Pelabuhan Kalianget dengan membawa sembilan orang penumpang yang sebelumnya dievakuasi menggunakan kapal SC Aila XVII.
Sembilan korban tersebut segera menjalani proses pendataan identitas oleh petugas gabungan.
Baca Juga: 13 Hari 655 Hektare Lahan Terbakar dan 1.268 Hotspot di Kalsel, Banjarbaru-Banjar Terbanyak
Baca Juga: Dua Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Pengayuan Banjarbaru
Dari jumlah tersebut, empat orang dirujuk ke RS Garam Sumenep untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan lima orang lainnya diberangkatkan menuju Surabaya melalui jalur darat.
SMC Nanang Sigit mengatakan bahwa prioritas utama tim SAR gabungan adalah mengevakuasi para korban selamat agar segera mendapatkan penanganan medis dan pendataan identitas.
"Sebanyak 111 korban selamat kami dahulukan untuk turun dari kapal. Setelah itu mereka dibawa ke Terminal Gapura Surya Nusantara untuk menjalani pendataan oleh petugas gabungan," ujar Nanang.
Setelah seluruh korban selamat berhasil dievakuasi, Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur melakukan pemeriksaan terhadap dua jenazah sebelum diberangkatkan ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Di lokasi pendataan, seluruh POB juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Tim medis memastikan.kondisi setiap korban sebelum dipulangkan ataupun dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Beberapa korban yang memerlukan penanganan lebih intensif langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.