Pada awal 2026, Frank Alexander menjadi Staf Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di bawah Kementerian Pertahanan.

Namanya semakin dikenal publik setelah menjadi bagian dari tim kuasa hukum yang mendampingi karyawan Alfamart dalam perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada 2022.

Selain menilai ayahnya sedang melakukan pencitraan, Frank juga menyentil pernikahan sang adik, Fritz Hutapea.

"Halah kebanyakan pencitraan, Fritz married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit," tulisnya lewat unggahan Instagram Story.

Tak berhenti di situ, Frank juga membahas soal program bantuan hukum gratis @hotman911official yang bermotto "Pengais Keadilan".

Ia menyebut program kemanusiaan tersebut hanya alat marketing Hotman Paris.

"Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention.

Tutup aja ini IG pengais keadilan. Marketing ala-ala buat jualan alkohol di Holywings. Lebih hina dari hina," tulis Frank..

Bagaimana reaksi Hotman Paris?

Ia membalas melalui unggahan video di akun Instagramnya.

Video tersebut memperlihatkan aksi kemanusiaan berupa sumbangan dana fantastis dari salah satu klien konglomerat Hotman Paris untuk membantu Yuvita Tri Rezeki, yang sempat disekap dan dianiaya selama tiga tahun oleh kekasihnya.

"Kabar baik. Halo Yuvita Tri Rezeki, korban penyekapan selama tiga tahun oleh si laki-laki brengs** itu. Hari ini saya dapat kabar bahwa salah satu klien saya, konglomerat Pak Tahir, pemilik Mayapada Group dan Bank Mayapada, telah mengirimkan uang sebesar Rp500 juta ke rekening saya sebagai sumbangan dia untuk adinda Yuvita," ungkap Hotman Paris penuh semangat dalam potongan video tersebut.

Tak hanya lewat video, Hotman juga menuliskan pembelaan diri yang cukup menohok pada kolom caption unggahannya untuk menepis tudingan pencitraan.

"Pencitraan?? Bantuan nyata dan terbukti!! Tim Hotman bergerak cepat bukan cuma di bidang hukum, tapi membantu aspek ekonomi korban!!" tulis Hotman Paris.