Profil Sosok Frank Alexander yang Berani Menyentil Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea
WARTABANJAR.COM - Pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea tentang alasan kesediaannya membela mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah mendapat sentilan atau sindiran tajam.
Adalah Frank Alexander Hutapea yang berani melakukannya terhadap pengacara selevel Hotman Paris Hutapea.
Frank Alexander Hutapea secara terbuka, melalui akun medsos, menyebut pembelaan Hotman Paris terhadap Febrie Adriansyah yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) adalah pencitraan.
Ia menyoroti pernyataan Hotman Paris yang tidak mengharap imbalan dari Febrie Adriansyah
Siapa pria muda yang juga berprofesi sebagai pengacara itu? Berikut profil Frank Alexander Hutapea.
Sosok Frank Alexander adalah putra sulung pasangan suami Hotman Paris dan Agustianne Marbun.
Pria kelahiran 1991 ini memiliki dua adik, yakni Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Hutapea.
Berbeda dengan sang ayah yang dikenal hidup glamor dan populer, Frank lebih tertutup.
Baca Juga: Telah Dibuka Program Beasiswa dari Kampus di Amerika Serikat bagi Para Gamer
Ia adalah Sarjana Hukum lulusan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
Setelah itu, Frank melanjutkan studi Bachelor of Laws (LL.B.) di University of Kent, Inggris, dengan konsentrasi Banking, Corporate, Finance, and Security Law.
Ia juga pernah mengikuti Summer Course Business Law di London School of Economics and Political Science (LSE).
Karier profesional Frank dimulai sebagai Associate Trainee di firma hukum Hadinoto Hadiputranto & Partners (HHP).
Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum akhirnya bergabung dengan Hotman Paris & Partners, firma hukum milik sang ayah.
Frank menangani berbagai perkara di bidang litigasi komersial, sengketa korporasi, restrukturisasi utang dan kepailitan, sengketa pertambangan, sengketa administrasi negara, sengketa perpajakan, hingga perkara pidana.
Selain itu, ia juga mendirikan kantor hukum independen bernama FRANK Solicitors sebagai bagian dari pengembangan kariernya di luar firma hukum keluarga.