Korban Meninggal Gempa NTT Masih Bertambah di Hari Peringatan HUT Kemerdekaan
WARTABANJAR.COM, KUPANG - Bertepatan dengan kemeriahan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, jumlah korban gempa NTT (Nusa Tenggara Timur) masih bertambah.
Update data Senin (17/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal yang tercatat di Kantor SAR Maumere sebanyak 54 orang.
Sementara korban luka-luka, menurut Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, mencapai 132 orang.
Selain korban meninggal dan luka-luka, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 juga membuat ribuan warga mengungsi.
Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026), jumlah pengungsi mencapai 5.000 orang dari berbagai daerah.
Diperkirakan pengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Sikka sekira 3.300 orang, lalu Kabupaten Manggarai sekira 2.000 orang dan 500-an orang dari Kabupaten Nagekeo.
Baca Juga: Kisah Korban Gempa NTT: "Kami Masih Trauma Musibah Tsunami 1992"
Baca Juga: Di Banjarmasin, Paulus Langsung Panik Telepon Keluarga Dengar Gempa NTT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat setidaknya ada 14 fasilitas kesehatan (faskes) yang terdampak.
Kerusakan terparah dialami Puskesmas Maronggela di Riung Barat.
Pemprov NTT teah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15-28 Agustus 2026.
Mewakili pemerintah, Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan ada sejumlah menteri dan kepala lembaga/badan yang telah berada di di NTT.
Mereka, selain memantau secara langsung penanganan dampak gempa juga untuk memimpin peringatan HUT Kemerdekaan RI.
"Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Mendagri, kemudian Menteri PU, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di NTT dalam rangka memonitor dan memastikan penanggulangan bencana," katanya.
"Jadi, di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin pernah bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," lanjut Prasetyo Hadi.
Sementara Kepala BMKG Faisal Fathani mengungkapkan terjadinya 1.598 gempa susulan di NTT.
"Gempa susulan terus kita pantau. Sampai dengan jam 7.00 pagi hari ini telah tercatat 1598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," kata Faisal, Senin (17/8/2026). (wartabanjar.com/berbagaisumber)