Beruang Madu Muncul di Kebun Karet, Rusak Pondok Milik Warga Haruai Tabalong
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Warga yang beraktivitas sebagai penyadap karet di wilayah Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, merasa resah akibat kemunculan seekor beruang madu.
Satwa liar tersebut beberapa kali terlihat di sekitar kebun karet. Bahkan, beruang madu disebut sempat merusak pondok milik warga.
Laporan mengenai kemunculan beruang madu itu diterima Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, beberapa minggu lalu. Lokasi kemunculan berada di sekitar Desa Nawin dan Desa Bongkang, Kecamatan Haruai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, karena sebagian warga masih beraktivitas di sekitar kebun karet, yang lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan.
Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong, Aris Setiawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Untuk minggu kemarin, kita menerima laporan bahwa ada beruang di Kecamatan Haruai dan sudah kita koordinasikan dengan teman-teman BKSDA. Kemarin juga sudah dilakukan pemasangan kandang jebak,” ujar Aris, Minggu (27/09/2026).
Menurut Aris, apabila beruang tersebut masuk ke dalam kandang jebak, satwa akan dievakuasi dan dibawa ke BKSDA Banjarbaru, untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Tersinggung Saat Bersama Konsumsi Miras, Pria di Tabalong Tusuk Temannya Pakai Badik
Baca Juga: Karhutla Melanda Kasiau Tabalong, Petugas Berjibaku Padamkan Api Selama 4 Jam
“Nanti akan kita bawa kalau satwa itu masuk ke kandang jebak, dan kita bawa ke BKSDA Banjarbaru,” katanya.
Aris mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar kebun dan kawasan hutan, agar meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diminta tidak mendekati atau mengganggu beruang maupun satwa liar lainnya, apabila menjumpainya.
“Tentunya kita mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawasan hutan,” kata Aris.
Ia juga meminta warga tidak melakukan tindakan, yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa.
Penanganan beruang madu tersebut dilakukan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat, sekaligus upaya perlindungan terhadap satwa liar. (wartabanjar.com)