WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Laut, memperketat pengawasan di wilayah-wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), untuk meminimalkan risiko bencana asap di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (26/09/2026).

Langkah pencegahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Pol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, Danoe Sulaiman. 

Pengawasan di lapangan difokuskan pada pemantauan area berpotensi tinggi, sekaligus penertiban aktivitas pembakaran terbuka oleh warga sekitar.

Dalam giat pemantauan tersebut, petugas menemukan aktivitas warga yang membakar sampah di area berisiko. 

Petugas langsung memberikan arahan, serta teguran tegas, agar api segera dipadamkan guna mencegah potensi perambatan ke area lahan sekitarnya.

Kasatpol PP dan Damkar Tanah Laut, Danoe Sulaiman, menegaskan kelalaian kecil dalam mengelola api, dapat berdampak luas bagi lingkungan dan kesehatan warga.

"Aktivitas pembakaran sampah, apabila tidak dilakukan dengan pengawasan dan penanganan yang tepat, dapat memicu api merambat ke lahan di sekitarnya. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran, asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat lainnya," ujar Danoe.

Baca Juga: Kemah Bakti Karang Taruna Se-Kalsel Digelar di Takisung, Jadikan Pemuda Motor Penggerak Ekonomi dan Sosial

Baca Juga: 470 Warga Tanah Laut Ikuti Aksel Run 2026, Bupati Kampanyekan Asyiknya Olahraga Lari

Melalui peninjauan berkala ini, Satpol PP dan Damkar Tanah Laut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga lingkungan. 

Warga juga diminta segera melaporkan ke pihak berwenang, apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di area sekitar. (Wartabanjar.com)