WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ada yang terasa berbeda ketika Ratna Sari Dewi Soekarno kembali berada di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Senin, 17 Agustus 2026, perempuan kelahiran Tokyo, Jepang, itu hadir dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Kehadirannya sontak menarik perhatian karena sosoknya bukan sekadar figur publik dari Jepang.

Ratna Sari Dewi adalah bagian dari sejarah kepresidenan Indonesia. 

Ia merupakan istri Presiden pertama RI, Soekarno, dan pernah menjalani kehidupan di lingkungan Istana Merdeka.

Dewi tiba sekitar pukul 07.10 WIB. Ia tampil dalam balutan kebaya putih dengan kain batik bernuansa cokelat kemerahan. 

Penampilannya sederhana, tetapi tetap memperlihatkan gaya elegan yang selama puluhan tahun melekat pada dirinya.

Kembalinya Dewi ke kompleks kepresidenan seolah mempertemukan dua zaman: masa ketika ia mendampingi Bung Karno dan Indonesia yang kini telah berubah jauh.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut kehadiran Dewi terjadi karena jadwal kunjungannya ke Indonesia bertepatan dengan momentum undangan bagi keluarga para mantan presiden dan wakil presiden.

Namun, bagi Dewi sendiri, kunjungan tersebut bukan sekadar menghadiri upacara kenegaraan.

Ia mengaku terkejut melihat perubahan kompleks Istana. Ingatannya tentang lingkungan kepresidenan pada masa lalu ternyata berbeda dengan kondisi yang ia lihat sekarang.

Baca Juga: Wakil Kalsel dari SMAN 7 Banjarmasin Jadi Pengerek Bendera Upacara HUT RI di Istana Merdeka

Baca Juga: Gema Selawat Hadad Alwi Meriahkan HUT ke-81 RI di Banjarbaru

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah perubahan ruang antara Istana Negara dan Istana Merdeka.

Area yang dulu dikenangnya sebagai halaman luas kini telah mengalami perubahan dengan hadirnya bangunan-bangunan baru.

Dewi juga menyampaikan harapan sederhana agar Indonesia terus maju.

Kehadirannya di tengah perayaan kemerdekaan pun membuat publik kembali menelusuri perjalanan panjang perempuan yang lebih dikenal di Jepang sebagai Dewi Sukarno atau Dewi Fujin tersebut.

Perempuan ini lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo pada 6 Februari 1940.