Profil Ratna Sari Dewi Soekarno, Perempuan Jepang yang Menjadi Bagian dari Sejarah Indonesia
Ketika posisi politik Bung Karno semakin terdesak, kehidupan Dewi pun perlahan berubah.
Ia kemudian meninggalkan Indonesia dan menjalani kehidupan di luar negeri.
Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970. Setelah kepergian suaminya, Dewi menjalani kehidupan di sejumlah negara, seperti Prancis, Swiss dan Amerika Serikat.
Bertahun-tahun kemudian, ia memilih kembali ke Jepang. Sejak 2008, Tokyo kembali menjadi tempat tinggalnya.
Di negeri kelahirannya, Dewi membangun kehidupan baru.
Ia dikenal sebagai pebisnis di bidang kecantikan dan perhiasan, tampil di televisi Jepang, serta pernah menjadi juri ajang Miss International 2005 di Tokyo.
Usia tidak membuat nama Dewi menghilang dari ruang publik Jepang.
Ia tetap aktif sebagai figur televisi dan sosialita, sekaligus menjalankan aktivitas bisnis.
Sosoknya bahkan tetap menjadi perhatian media Jepang karena gaya bicara yang lugas dan karakter yang kuat.
Namun perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus.
Pada 2021, dua pekerjanya terlibat perselisihan ketenagakerjaan dengan kantor Dewi setelah keduanya menolak kembali bekerja di kantor di tengah kekhawatiran mengenai pandemi COVID-19. Perselisihan tersebut berlanjut ke proses hukum.
Dalam putusan pada Desember 2024, Dewi diperintahkan membayar sekitar 29 juta yen kepada dua mantan pekerjanya, termasuk upah dan bunga.
Kasus itu menjadi salah satu episode terbaru dalam perjalanan panjang kehidupan Dewi yang selama puluhan tahun tak pernah sepenuhnya lepas dari sorotan publik.
Kini, pada usia 86 tahun, Ratna Sari Dewi kembali menginjakkan kaki di tempat yang menyimpan sebagian besar kenangan masa mudanya.
Kebaya putih dan kain batik yang dikenakannya pada upacara HUT ke-81 RI bukan sekadar busana untuk menghadiri acara kenegaraan.
Di balik penampilannya, ada perjalanan panjang seorang perempuan Jepang yang pernah datang ke Indonesia sebagai gadis berusia 19 tahun.
Ketika melihat Istana yang telah berubah, ingatannya tentang masa lalu pun kembali muncul.
Barangkali itulah yang membuat kehadiran Dewi di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026 terasa lebih dari sekadar kehadiran seorang tamu.