Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank Kalsel
WARTABANJAR.COM - Bank Kalsel mengingatkan akan modus penipuan yang banyak mengatasnamakan Bank Kalsel.
Modus penipuan biasanya menawarkan hadiah atau promo dengan syarat meminta transfer atau data pribadi.
"Waspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Kalsel, terutama penawaran hadiah atau promo yang meminta transfer maupun data pribadi," tulis dalam unggahan Bank Kalsel.
Bagi yang menerima pesan yang terindikasi modus penipuan, maka diingatkan agar :
- Jangan transfer/bayar untuk mendapatkan hadiah
- Jangan klik tautan mencurigakan
- Jangan pernah memberikan PIN, OTP,
password, maupun data pribadi kepada siapa pun
Baca Juga Satu Rumah di Banjar Permai Banjarmasin Terbakar, Korban Meninggal dan Luka Dibawa ke RS Ulin
Baca Juga Api Mengamuk di Banjar Permai Banjarmasin, Relawan Gotong Kantong Mayat Tinggalkan Lokasi
"Pastikan selalu informasi dan promo Bank Kalsel hanya melalui kanal resmi."
Modus Penipuan Bank Kalsel yang Sering Terjadi
- Undian dan Hadiah Palsu:
Pelaku mengirimkan pesan via WhatsApp, SMS, atau media sosial yang menyatakan nasabah memenangkan hadiah gratis atau promo kemerdekaan/hari besar.
Korban kemudian diarahkan untuk mengisi data sensitif atau mentransfer sejumlah uang sebagai "biaya administrasi".
- Tautan (Link) Phishing:
Penyebaran tautan palsu yang mirip dengan situs resmi bank. Ketika diklik, korban diminta memasukkan informasi rahasia seperti nomor kartu, PIN, kata sandi, atau kode OTP.
- Akun Media Sosial dan Call Center Palsu:
Penipu membuat akun tiruan di Instagram atau Facebook menggunakan logo Bank Kalsel untuk menyebarkan hoaks atau menawarkan bantuan palsu.
- Penawaran Pinjaman Cepat:
Iklan ilegal lewat Direct Message (DM) atau pesan teks yang menawarkan pinjaman instan atas nama bank, lalu ujung-ujungnya meminta data pribadi secara sembarangan.
- Perintah Mengunduh Aplikasi Berbahaya:
Korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku pihak bank dan diarahkan untuk menginstal aplikasi tertentu (biasanya file format APK) yang dapat meretas atau mengambil alih perangkat ponsel.
- Suara Tiruan AI (Voice Note Palsu):