Ia menyebut program kemanusiaan tersebut hanya alat marketing Hotman Paris.
“Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention.
Tutup aja ini IG pengais keadilan. Marketing ala-ala buat jualan alkohol di Holywings. Lebih hina dari hina,” tulis Frank..
Bagaimana reaksi Hotman Paris?
Ia membalas melalui unggahan video di akun Instagramnya.
Video tersebut memperlihatkan aksi kemanusiaan berupa sumbangan dana fantastis dari salah satu klien konglomerat Hotman Paris untuk membantu Yuvita Tri Rezeki, yang sempat disekap dan dianiaya selama tiga tahun oleh kekasihnya.
“Kabar baik. Halo Yuvita Tri Rezeki, korban penyekapan selama tiga tahun oleh si laki-laki brengs** itu. Hari ini saya dapat kabar bahwa salah satu klien saya, konglomerat Pak Tahir, pemilik Mayapada Group dan Bank Mayapada, telah mengirimkan uang sebesar Rp500 juta ke rekening saya sebagai sumbangan dia untuk adinda Yuvita,” ungkap Hotman Paris penuh semangat dalam potongan video tersebut.
Tak hanya lewat video, Hotman juga menuliskan pembelaan diri yang cukup menohok pada kolom caption unggahannya untuk menepis tudingan pencitraan.
“Pencitraan?? Bantuan nyata dan terbukti!! Tim Hotman bergerak cepat bukan cuma di bidang hukum, tapi membantu aspek ekonomi korban!!” tulis Hotman Paris.
“Apakah Anda mampu bergerak cepat seperti tim Hotman 911? Bukan marketing, justru klien Hotman para konglo dilibatkan untuk bantu korban Yuvita! Bukan marketing, justru para klien konglo Hotman dilibatkan untuk bantu rakyat miskin,” tulisnya lagi.







