WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto kembali menghebohkan jahat maya, Jumat (24/7/2026).
Kali ini, Presiden Prabowo melontarkan sebutan untuk para jurnalis atau wartawan di peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis malam (23/7/2026).
Ketum Partai Gerindra ini menilai wartawan, pengamat, dan LSM masih memiliki mental “londo ireng”.
Kata-kata yang identik ditujukan kepada penjajah kini muncul dalam wajah yang berbeda.
“Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, sejak era penjajahan memang sudah ada sebagian warga Indonesia yang tidak memiliki semangat patriotisme.
Baca Juga Tangkal Masalah Siswa Atlet KKO SMAN 2 Banjarmasin Terulang, Disdikbud Kalsel Siapkan Pergub
Kelompok tersebut, terang Prabowo lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dibanding memperjuangkan kepentingan negaranya sendiri.
Londo ireng adalah frasa bahasa Jawa yang secara harfiah berarti “Belanda Hitam”.
Dikutip Wikipedia, istilah Londo Ireng memiliki dua makna utama dalam konteks sejarah Indonesia:
- Tentara Afrika (Zwarte Hollanders):
Sebutan bagi orang-orang Afrika (terutama dari Ghana/wilayah Elmina) yang direkrut oleh pemerintah kolonial Belanda untuk menjadi tentara KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) pada abad ke-19.







