Tangkal Masalah Siswa Atlet KKO SMAN 2 Banjarmasin Terulang, Disdikbud Kalsel Siapkan Pergub
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Permasalahan tidak naik kelasnya belasan siswa atlet KKO (Kelas Khusus Olahraga) SMAN 2 Banjarmasin akhirnya terselesaikan.
Kepala SMAN 2 Banjarmasin Muhdi Harto membatalkan keputusan itu dan menyatakan semua siswa KKO naik kelas.
Muhdi Harto juga mengungkapkan akar permasalahannya adalah kurangnya pemahaman terhadap regulasi dari Kementerian Pendidikan tentang siswa yang berprestasi di bidang olahraga.
Terlebih di tingkat daerah belum ada petunjuk teknisnya, sehingga pihak SMAN 2 lebih berpedoman pada juknis internal sekolahnya.
"Selama ini kami hanya memakai aturan dari sekolah, ternyata ada aturan yang lebih tinggi yaitu dari Kementerian Pendidikan yang mengatur tentang nilai tambah bagi siswa KKO. Dengan nilai tambah inilah, mereka memenuhi kriteria penilaian sehingga bisa naik kelas," kata Muhdi Harto.
Baca Juga: Akhirnya, Belasan Siswa Atlet KKO SMAN 2 Banjarmasin Batal Tidak Naik Kelas
Baca Juga: AI Anthropic Berhasil Pecahkan Teka-teki Matematika Berusia 87 Tahun
Menyikapi ini dan untuk menangkal terulangnya permasalahan yang terjadi di SMAN 2 Banjarmasin, Kepala Disdikbud Kalsel H Abdul Rahim menyatakan akan menyiapkan regulasi atau juknis di tingkat daerah berupa Peraturan Gubernur (Pergub).
Aturan itu akan secara khusus mengatur pelaksanaan program KKO secara menyeluruh di Kalsel.
Dengan adanya Pergub, diharapkan akan ada kepastian hukum yang kuat bagi semua sekolah di Kalsel yang menyelenggarakan program KKO.
"Insya Allah di tahun ini kita akan membuat peraturannya, pergubnya. Kita bersama-sama, tidak dari dunia pendidikan dan sekolah, tetapi juga dari Dispora akan membahas juknis KKO. Harapannya, tidak ada lagi miskomunikasi antara Disdikbud, Dispora, dan praktisi olahraga," kata Abdul Rahim dalam konferensi pers di SMAN 2 Banjarmasin, Jumat (24/7/2026).
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, M Anugrah yang juga hadir di konferensi pers itu menyatakan pihaknya tetap fokus pada pembinaan atlet pelajar melalui SPOBDA (Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah) yang ada di SMAN 2 Banjarmasin.
"Kami akan terus berkolaborasi dengan Disdikbud dan SMAN 2 agar aktivitas dan akademik siswa atlet berjalan seimbang," ujarnya. (wartabanjar.com/yohanes)