Kejurda Pelajar Banjar 2026, Potensi Atlet Muda Dipetakan untuk Pembinaan Lanjutan
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA -Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar 2026 Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mulai digunakan untuk memetakan potensi atlet muda sebagai dasar pembinaan lanjutan.
Kejurda tersebut dibuka di Stadion Demang Lehman Martapura, Senin (28/9/2026) pagi, dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026.
Sekda Banjar H Yudi Andrea mengatakan, atlet pelajar yang menunjukkan potensi dari Kejurda akan menjadi bagian dari proses pembinaan untuk dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kita harapkan dari Kejurda ini muncul atlet-atlet potensial yang nantinya bisa terus kita bina untuk mewakili Kabupaten Banjar di tingkat provinsi,” ujarnya.
Menurut Yudi, proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atlet saat bertanding.
Kejurda juga menjadi kesempatan bagi pelajar untuk membangun pengalaman sekaligus memahami nilai sportivitas sejak dini.
Baca Juga Kalsel Masih Hadapi Defisit Listrik Berdampak Pemadaman, PLN Tambah 278 MW untuk Perkuat Sistem
Baca Juga Diduga Mengantuk Pulang Piket, Anggota Polisi Alami Kecelakaan Tunggal di Jalan Trikora Banjarbaru
“Kejurda ini merupakan ajang pelatihan dasar bagi atlet-atlet muda kita di tingkat SD dan SMP. Mereka tidak hanya belajar bertanding, tetapi juga belajar jujur, menjaga sportivitas dan terus meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.
Perhatian terhadap atlet berprestasi juga menjadi bagian dari pembinaan yang disiapkan Pemkab Banjar.
Yudi mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan penghargaan bagi atlet yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Kita juga mengantisipasi jangan sampai atlet-atlet berprestasi kita justru pindah ke daerah lain. Karena itu, tentu ada perhatian dan proteksi dari pemerintah daerah berupa penghargaan bagi mereka yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Banjar,” paparnya.
Yudi menambahkan, sportivitas juga harus dijaga seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan. Tidak hanya atlet, tetapi juga pelatih, wasit dan perangkat pertandingan.
“Kejujuran dan integritas ini bukan hanya untuk atlet yang bertanding, tetapi juga seluruh perangkat pertandingan, termasuk pelatih dan wasit,” pesannya.