Kalsel Masih Hadapi Defisit Listrik Berdampak Pemadaman, PLN Tambah 278 MW untuk Perkuat Sistem
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah Banjarbaru karena kondisi sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan yang saat ini mengalami defisit daya.
Hal tersebut disampaikan Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami, saat ditemui di PT PLN (Persero) ULP Banjarbaru, Jalan Panglima Batur, Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Senin (28/9/2026).
Vigor mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi gangguan pada sejumlah pembangkit yang memasok sistem interkoneksi Kalimantan.
Menurutnya, sistem interkoneksi tersebut mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
“Informasi yang kami terima dari pengelola pembangkitan, saat ini sistem dalam kondisi siaga defisit karena adanya gangguan pada beberapa pembangkit IPP maupun pembangkit sewa di Kalimantan Timur yang menyuplai sistem interkoneksi Kalimantan,” ujar Vigor.
Sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan di antaranya PLTGU Senipah dan PLTU Indo Eka di Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada sistem interkoneksi.
Baca Juga Diduga Mengantuk Pulang Piket, Anggota Polisi Alami Kecelakaan Tunggal di Jalan Trikora Banjarbaru
Baca Juga VIDEO - DPR Cecar Kalapas Cibinong soal Pigura Foto: Jangan Tutupi Kebohongan dengan Kebohongan
Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, PLN bersama pengelola pembangkitan melakukan sejumlah langkah, termasuk percepatan perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan serta penambahan mesin pembangkit sewa.
Vigor menyebut tambahan pembangkit sewa mulai dioperasikan secara bertahap. Di antaranya pembangkit sewa di Trisakti, Banjarmasin, yang telah beroperasi sejak 15 Agustus 2026 dengan kapasitas 20 megawatt (MW).
Kemudian pembangkit sewa di Batulicin mulai beroperasi pada 17 September 2026 dengan kapasitas 10 MW.
“Pada tahap pertama, total tambahan pembangkit sewa mencapai 158 MW yang ditargetkan beroperasi secara bertahap pada September, Oktober dan November 2026,” jelasnya.
Sementara pada tahap kedua, terdapat tambahan mesin pembangkit sewa dengan total kapasitas 120 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Dengan demikian, total tambahan daya dari dua tahap tersebut mencapai 278 MW.
Pemadaman Masih Bisa Berlangsung